LombokPost-Teka-teki kematian mahasiswi Universitas Mataram (Unram) Nadya Dwi Ramadhany belum terpecahkan.
Memasuki hari ke-18, Polresta Mataram belum juga mengungkap pelaku. ”Kami masih menunggu hasil Labfor (laboratorium forensik) Mabes Polri,” kata Kapolresta Mataram Kombes Pol Hendro Purwoko, Kamis (4/6).
Sebelumnya, penyidik Satreskrim Polresta Mataram telah mengirim beberapa sampel ke Puslabfor Mabes Polri untuk menguatkan barang bukti.
Salah satunya hasil swab tubuh korban. ”Kita tunggu saja dulu,” ujarnya.
Sembari menunggu hasil tersebut, penyidik terus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Mulai dari keluarga, teman, tetangga kos korban, hingga mantan pacar korban.
“Semua kita masih lakukan pemeriksaan,” terangnya.
Termasuk juga memeriksa saksi ahli forensik dan ahli pidana. ”Kalau semua rampung nanti kita akan ungkapkan,” kata Hendro.
Dia menegaskan, lenyidik masih terus bekerja. Menurutnya, untuk mengungkap kasus tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan.
”Pengungkapan itu tidak hanya dengan keterangan katanya,” tegas dia.
Pada saat korban ditemukan meninggal dalam kamar kosnya, di Gang Sakura, Gomong, Kecamatan Selaparang, ada beberapa barang yang hilang. Seperti, sepeda motor dan handphone korban.
”Kita sedang lakukan pencarian juga,” ungkapnya.
Baca Juga: Dugaan Mahasiswi Unram Dibunuh Menguat, Polisi Sita Kabel Cokrol dan CCTV
Sebelumnya, Kasatreskrim Polresta Mataram AKP I Made Dharma YP mengungkapkan kasus tersebut sudah mengerucut.
Hanya saja, perlu penguatan alat bukti. ”Sudah ada gambaran. Tunggu saja,” kata dia.
Diketahui, jenazah mahasiswi semester VI dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unram tersebut ditemukan, Minggu (17/5) dini hari.
Dia ditemukan hanya menggunakan pakaian dalam dan terlentang dengan kepala menghadap utara di atas kasur kamar kosnya. (arl/r5)
Editor : Kimda Farida