"Sejak gempa, pendapatan kita dari Senggigi sangat lesu di semester pertama tahun 2019. Sempat membaik di semester kedua, sekarang diuji lagi oleh korona," ujar Kepala Bapenda Lobar H Ahmad Saikhu.
Kunjungan wisatawan terus menurun khususnya dari negara yang terjangkit wabah Korona seperti China, Singapura, dan Malaysia.
Dari data Bapenda Lobar, ada beberapa hotel dan restoran dan tempat hiburan yang kini sudah mulai jarang beroperasi bahkan tutup. Kepala Bidang Penagihan Bapenda Lobar Subayyin mengungkapkan, tahun 2017 realisasi pajak hotel di Senggigi mencapai Rp 34,3 miliar. Sementara restoran Rp 21,1 miliar dan pajak hiburan Rp 1,5 miliar.
Namun, di tahun 2018, realisasi pajak hotel merosot sekitar Rp 25,2 miliar. Sementara pajak restoran Rp 14,9 miliar dan pajak hiburan Rp 469 juta. Di tahun 2019 realisasi pajak hotel membaik menjadi Rp 25,5 miliar, pajak restoran Rp 20,3 miliar dan pajak hiburan Rp 422 juta
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lobar H Ahmad Subandi secara terpisah membeberkan, selain ada yang tutup, beberapa hotel rencananya bakal take over. Menyusul kondisi keuangan atau operasional hotel kurang menjanjikan. "Ada sembilan yang bakal take over. Dua di Sekotong tujuh di Senggigi," jelasnya.
Tujuh hotel yang berencana untuk take over dan telah bersurat ke DPMPTSP Lobar. Hotel ini dari keterangan Subandi akan dijual pemiliknya atau akan dikerjasamakan dengan pihak lain. Sebab, manajemen yang ada saat ini sudah tidak bisa menangani krisis yang ada di hotel. Sebagai dampak sepinya kunjungan wisatawan ke Senggigi pasca gempa tahun 2018 lalu.
"Mereka ingin menjual asetnya atau dipindahkelolakan ke pihak lain," jelas mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Lobar itu.
Hotel-hotel yang ada di Senggigi dikatakan Subandi saat ini memang tengah menghadapi ujian berat. Khususnya hotel melati dan hotel berbintang skala lokal. Mereka tak mampu mendongkrak kunjungan wisatawan untuk menginap.
Berbeda dengan hotel yang memiliki jaringan seperti Sheraton, Kila Senggigi menurutnya masih bisa bertahan. Meskipun kondisi yang dihadapi juga cukup sulit.(ton/nur/r6)
Editor : Administrator