Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Jadi Bisnis yang Menjanjikan, 90 Persen Ikan Koi Dikirim ke Luar Daerah

Lombok Post Online • Sabtu, 9 Agustus 2025 | 09:49 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
 

LombokPost - Supardan menjadi salah satu pengusaha ikan koi yang bisa dikatakan istiqamah.

Jatuh bangun menekuni bisnis ini, dia tetap survive dan berdiri tegak di tengah berbagai kondisi perekonomian yang tidak stabil. Dia menyebut ikan koi tetap menjanjikan.

Dari hobi kecil-kecilan memelihara ikan cupang di masa remaja, siapa sangka Ardan, sapaannya kini menjadi salah satu juragan ikan koi yang sukses menembus pasar nasional.

Di tengah suasana pedesaan yang asri, tepatnya di balik gemericik air dari sumber mata air Manggong, ia berhasil membangun kerajaan bisnis bernama Budidaya Koikita Lombok.

”Bagi saya bisnis ini bukan hanya pekerjaan. Tetapi memang ini adalah hobi yang menyenangkan dan mendatangkan uang,” katanya kepada Lombok Post yang datang ke kolam budi daya miliknya di Desa Batu Kumbung, Jumat (8/8).

Kisah perjalanan Supardan ini bukan sekadar cerita sukses biasa, melainkan bukti nyata perpaduan antara kecintaan, ilmu pengetahuan, dan semangat pantang menyerah.

Supardan, yang merupakan lulusan Sarjana Perikanan Universitas 45 Mataram, menceritakan bahwa titik baliknya terjadi pada akhir tahun 2018.

Sedikit Pesaing

Saat itu, ia memutuskan untuk secara serius dan totalitas menekuni budi daya ikan koi. Alasannya sederhana namun sangat logis. ”Profitnya lebih menjanjikan dan persaingannya sedikit,” ucapnya.

Baginya, pasar ikan koi sangat mengedepankan kualitas, bukan hanya kuantitas. Filosofi ini menjadi landasan utama yang ia pegang teguh hingga kini.

Yang menarik dari model bisnis Supardan adalah strategi pemasarannya yang berorientasi ke luar daerah. Ia mengungkapkan, pasar di Lombok sendiri hanya menyerap sekitar 10 sampai 15 persen dari total produksinya. ”Ikan kualitas bagus kebanyakan dikirim ke Riau, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, bahkan sampai ke Tangerang,” ungkap Supardan.

Untuk pengiriman ke luar daerah, ia tak main-main. Supardan menggunakan dua jalur utama, yaitu darat dan udara (pesawat), dengan prioritas pada keselamatan dan kondisi ikan. Setiap ikan yang akan dikirim harus melalui proses karantina untuk memastikan kondisinya benar-benar prima dan siap untuk menempuh perjalanan jauh. Meski biaya pengiriman menjadi tanggungan pembeli, Supardan menawarkan opsi pengiriman kolektif, terutama ke Blitar, Jawa Timur, yang dikenal sebagai sentra ikan koi di Indonesia.

Dengan skema ini, biaya pengiriman menjadi jauh lebih murah dan efisien bagi pembeli. ”Kalau beli sedikit, misalnya ikan seharga Rp 700 ribu per ekor, ongkos kirimnya akan terasa mahal. Dengan pengiriman kolektif, pembeli bisa patungan dan biayanya jadi lebih ringan,” jelasnya.

Harga minimal ikan koi yang dikirim ke luar daerah pun bervariasi, mulai dari Rp 300 ribu hingga Rp 700 ribu per ekor untuk kualitas standar. Namun, untuk jenis dan kualitas tertentu, harganya bisa jauh melambung. ”Ada yang sampai harga Rp 15 juta, tergantung ukuran dan skin,” beber pria yang dikenal ramah tersebut.

Budidaya Koikita Lombok sudah dilengkapi dengan 15 kolam budi daya yang dikelola secara profesional. Kapasitas setiap kolam pun berbeda-beda, tergantung pada kualitas dan ukuran ikan yang dibudidayakan. Untuk ikan-ikan berukuran kecil atau anakan, satu kolam bisa menampung hingga 500 ekor.

Namun, untuk ikan-ikan berkualitas super yang harganya fantastis, ia hanya menampung sekitar 20 ekor per kolam. Tujuannya adalah untuk memastikan setiap ikan mendapatkan ruang gerak yang cukup, nutrisi optimal, dan pemantauan yang ketat agar pertumbuhannya sempurna.

Keahlian Supardan dalam budi daya ikan koi tidak datang begitu saja. Jauh sebelum ia jatuh cinta pada ikan koi, ia sudah lebih dulu memelihara ikan cupang sejak masih bersekolah di SMA PP Mataram. Hobi ini terus ia tekuni hingga ia memutuskan untuk mengambil jurusan perikanan di bangku kuliah.

”Saya sekalian jadi konsultan koi juga. Jadi, ilmu yang saya dapat di bangku kuliah bisa langsung saya aplikasikan untuk mengembangkan bisnis ini,” akunya.

 

Playstore Lombok Post
Playstore Lombok Post

Kembangkan Tiga Jenis Koi

Di antara banyaknya jenis ikan koi yang ada di dunia, Supardan fokus mengembangkan tiga jenis yang paling banyak diminati pasar, baik di lokal maupun nasional. Ketiganya adalah Kohaku, koi dengan kombinasi warna merah dan putih. Kemudian jenis Sanke yakni koi dengan tiga warna merah, putih, dan hitam. Terakhir adalah jenis Swasansoku, koi dengan warna hitam yang lebih pekat dan memblok dibandingkan Sanke.

Bicara soal harga, ikan koi di Budidaya Koikita Lombok sangat bervariasi. Mulai dari anakan yang harganya hanya Rp 20 ribuan, hingga yang mencapai belasan bahkan puluhan juta rupiah. ”Ada koi yang harganya sampai Rp 15 juta. Untuk mencapai harga segitu, ikan koi ini harus dirawat dengan telaten hingga dua tahun, baru kemudian ukurannya cukup besar dan kualitasnya optimal,” jelas Supardan sambil menunjuk salah satu ikan andalannya.

Perjalanan Supardan merintis bisnis ini tidak selalu mulus. Ia pernah menghadapi tantangan seperti kolam yang kebanjiran saat hujan deras, yang bisa berdampak fatal pada ikan-ikannya. Namun, dengan pengalaman dan pengetahuan yang ia miliki, Supardan berhasil mengatasi setiap rintangan.

Sebelumnya, ia sempat berpindah-pindah lokasi budi daya, dari Lombok Timur, Lombok Tengah, hingga Mambalan, sebelum akhirnya menetap di Desa Batu Kumbung yang ia rasa memiliki sumber air yang paling ideal. Selain sukses di pasar luar daerah, Supardan juga menjadi salah satu perintis pasar ikan hias di Pasar Rembiga, Mataram. Inisiatif ini ia lakukan sebagai bentuk kontribusinya untuk mengembangkan ekosistem ikan hias di Lombok.

Untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan terhubung dengan komunitas, Supardan juga sangat aktif di media sosial. Ia memasarkan usahanya melalui akun Facebook @Ardan Koikita Lombok, Instagram @Ardan Koikita Lombok, dan TikTok @Koikita Lombok.

MENJANJIKAN: Supardan, pembudidaya ikan koi di Desa Batu Kumbung, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat saat memberi makan ikan koi miliknya.
MENJANJIKAN: Supardan, pembudidaya ikan koi di Desa Batu Kumbung, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat saat memberi makan ikan koi miliknya.

Bagi Supardan, bisnis ini lebih dari sekadar mencari keuntungan. Ia mengaku sangat senang ketika melihat ikan-ikannya berenang dengan bebas dan mendengar suara gemericik air yang membuat hatinya tenang.

”Ikan koi ini identik dengan air dan alam. Makanya, rasanya senang sekali bisa bekerja sambil menikmati suasana ini,” pungkasnya. (ton/r3)

Editor : Jelo Sangaji
#koi #Budi Daya #ikan #BISNIS #Lombok