Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Cahaya Sukma Jadi Wakil Kebanggaan NTB, Masuk Top 16 Puteri Indonesia 2025

Yuyun Kutari • Sabtu, 24 Mei 2025 | 12:55 WIB

 

KEBANGGAAN DAERAH: Cahaya Sukma Dewi saat hadir di acara homecoming dan temu media, usai mengikuti ajang Pemilihan Puteri Indonesia 2025, di Mataram, Jumat (23/5).
KEBANGGAAN DAERAH: Cahaya Sukma Dewi saat hadir di acara homecoming dan temu media, usai mengikuti ajang Pemilihan Puteri Indonesia 2025, di Mataram, Jumat (23/5).

LombokPost - Anak-anak muda NTB terus mengharumkan nama daerah di kancah nasional.

Terbaru, Cahaya Sukma Dewi berhasil masuk Top 16 Puteri Indonesia 2025 dari 45 finalis se-Indonesia.

Malam puncak pemilihan digelar di Jakarta Convention Center (JCC), pada 3 Mei lalu.

Masih dari ajang yang sama, di momen Preliminary Night dan unjuk bakat, Cahaya Sukma Dewi meraih juara dua kategori Best Evening Gown.

Ia mengenakan gaun bertema Gaun Cahaya Sang Dewi Mutiara, berbahan dasar kerang mutiara Lombok, dengan sentuhan unsur budaya dan kekayaan alam Bumi Gora.

Ia juga menampilkan bakat berupa tarian Sasambo.

Baca Juga: Ini Dia Sosok Puteri Indonesia NTB 2025, Ditargetkan Tembus Tiga Besar di Ajang Nasional

“Saya bukanlah seseorang yang membawa gelar tertinggi, tetapi seorang perempuan yang telah berjuang di panggung nasional untuk mengharumkan nama NTB,” terangnya saat temu media di Mataram, Jumat (23/5).

Menurutnya, ajang Pemilihan Puteri Indonesia membawa banyak manfaat positif.

Bukan hanya menampilkan kecantikan fisik (beauty), tetapi juga menuntut kecerdasan (brain) dan perilaku yang baik (behaviour).

Ia menekankan bahwa perempuan juga harus brave dan be right.

"Ini adalah platform besar bagi perempuan yang ingin menyuarakan aspirasi dan suara masyarakat NTB,” ujarnya.

Wanita yang akrab disapa Sukma ini menambahkan, ajang Puteri Indonesia memberi ruang kepada para finalis untuk mengusung advokasi pemberdayaan perempuan.

“Ini bisa menjadi nilai positif dari ajang Pemilihan Puteri Indonesia, di mana 45 finalis dari seluruh Indonesia berhak menyuarakan advokasi dan budaya daerah masing-masing,” katanya.

Sukma tak henti bersyukur karena menjadi bagian dari ajang tahun ini.

Ia menyebut pengalaman dan pelajaran yang didapat sangat berharga.

Sebelum malam puncak, para finalis mengikuti berbagai kegiatan pembekalan dan kelas dari 14 April hingga 2 Mei.

Materi pembekalan datang dari berbagai pihak seperti pemerintah, sektor swasta, lembaga pendidikan, keuangan, serta pelatihan kecantikan profesional.

Ajang ini tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga menekankan pentingnya kepedulian sosial.

Para finalis terlibat dalam sejumlah kegiatan sosial.

“Saya selalu merasa bersyukur. Sejak awal saya tahu tidak pernah berjalan sendirian. Namun, tidak bisa dipungkiri banyak ketakutan dan ketidakpercayaan diri yang datang bersamaan. Berkat doa, dukungan, dan dorongan dari berbagai pihak, Sukma bisa berdiri untuk NTB,” terangnya.

Perjuangannya di panggung Puteri Indonesia 2025 memang sudah usai, namun semangat dan pengabdiannya untuk NTB tak akan berhenti.

“Perjalanan saya tidak berhenti sampai di sini. Karena sejatinya, bagi Sukma, mahkota sejati adalah ketika kita bisa memberikan hal yang bermanfaat bagi orang lain dan lingkungan sekitar,” tandasnya.

Ketua Dekranasda NTB Sinta M Iqbal mengaku bangga atas capaian yang diraih Cahaya Sukma Dewi.

Ia menilai anak muda NTB telah berperan aktif mempromosikan pariwisata, budaya, dan industri kreatif daerah.

“Saya berharap, apa yang dilakukan Sukma dalam memperkenalkan budaya khas NTB, termasuk keberaniannya melepas rasa takut dan tidak percaya diri, serta ketangguhan dalam meraih prestasi, bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak muda NTB,” ungkapnya.

Ketua Yayasan Puteri Indonesia NTB drg Farida Istiarini mengatakan, prestasi membanggakan yang diraih Sukma adalah milik seluruh masyarakat NTB.

Pihaknya berkomitmen terus memberikan ruang kepada perempuan NTB untuk mewakili keindahan alam, seni, budaya, dan adat istiadat, sekaligus menjadi spokesperson bagi NTB di kancah nasional maupun internasional. 

 

 

 

Editor : Kimda Farida