Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Hadiah Kecil dari RSUD Ruslan, Senyum Lebar untuk Pengunjung

Lalu Mohammad Zaenudin • Rabu, 18 Maret 2026 | 16:06 WIB

Petugas PANDU RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram membagikan suvenir kepada pasien dan pengunjung rumah sakit dalam rangka peringatan 16 tahun RSUD H. Moh. Ruslan, Selasa (3/3).
Petugas PANDU RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram membagikan suvenir kepada pasien dan pengunjung rumah sakit dalam rangka peringatan 16 tahun RSUD H. Moh. Ruslan, Selasa (3/3).

 

Langkah-langkah kaki terdengar pelan di lorong rumah sakit. Beberapa orang duduk menunggu. Dan, seorang petugas datang membawa keranjang kecil dengan senyum ramah.

 ----

SUASANA ruang tunggu RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram siang itu terasa sedikit berbeda. Di tengah aktivitas pelayanan yang berjalan seperti biasa, beberapa petugas terlihat menyapa para pengunjung satu per satu.

“Silakan ibu,” katanya menyodorkan benda kecil, disertai senyum yang melegakan, Selasa (3/3).

Ia mengenakan selempang bertuliskan PANDU RS. Di tangannya, sebuah keranjang kecil berisi suvenir.

Petugas itu mendekati pasien dan keluarga yang sedang menunggu. Menyapa dengan senyum.

Lalu memberikan gantungan kunci kecil, pin, atau bros sebagai tanda kenang-kenangan. Beberapa pengunjung tampak terkejut.

Sebagian tersenyum. Ada juga yang sempat bertanya-tanya.

“Apa ini?” tanya seorang ibu yang sedang menunggu antrean pemeriksaan.

Petugas hanya tersenyum. Suvenir itu diberikan tanpa syarat.

Tanpa acara resmi. Tanpa panggung.

Baca Juga: Pemkot Mataram Gelar Salat Id di Parkir Timur Lombok Epicentrum Mall

Hanya sebuah sentuhan kecil di tengah aktivitas rumah sakit. Momentum tersebut merupakan bagian dari peringatan 16 tahun RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram yang jatuh awal Maret.

Alih-alih menggelar seremoni besar, rumah sakit memilih cara sederhana. Membagikan kebahagiaan kecil kepada pasien dan keluarga yang datang berobat.

Di antara kursi ruang tunggu, seorang petugas PANDU RS terlihat menyapa seorang pengunjung yang sedang duduk sambil menggenggam nomor antrean. Ia membuka keranjang kecilnya.

Menawarkan sebuah gantungan kunci. Pengunjung itu tersenyum.

Menerimanya dengan sedikit heran. Tak lama kemudian, beberapa pasien lain juga mendapat suvenir yang sama.

Suasana yang awalnya hening perlahan berubah. Obrolan kecil mulai terdengar.

Beberapa pengunjung memandangi gantungan kunci yang baru saja mereka terima. “Lumayan,” sahut yang lain, menyirnakan wajah lelah.

Ada yang langsung memasangnya di tas. Ada pula yang menyimpannya di saku.

Direktur RSUD Kota Mataram dr. Hj. Eka Nurhayati, mengatakan kegiatan tersebut memang sengaja dibuat sederhana. Menurutnya, rumah sakit ingin menghadirkan kehangatan kecil bagi masyarakat yang datang berobat, terutama di bulan Ramadan.

“Mungkin sederhana, tapi kami berharap bisa menghadirkan senyum di tengah suasana menunggu,” ujarnya.

Menurut dr. Eka, pelayanan kesehatan bukan hanya soal tindakan medis. Ada sisi kemanusiaan yang juga perlu dijaga.

Sentuhan kecil seperti senyuman, sapaan, atau hadiah sederhana bisa memberi energi positif bagi pasien. “Kadang orang datang ke rumah sakit dengan perasaan cemas atau lelah. Kalau ada sentuhan seperti ini, kami berharap mereka merasa sedikit lebih nyaman,” katanya.

Suvenir yang dibagikan pun tidak mewah. Sebagian berupa gantungan kunci.

Sebagian lagi pin atau bros sederhana. Namun bagi sebagian pengunjung, perhatian kecil itu terasa berarti.

Di salah satu sudut ruang tunggu, seorang ibu terlihat tersenyum sambil menunjukkan gantungan kunci yang baru saja ia terima kepada anaknya. “Lumayan buat kenang-kenangan,” katanya pelan.

Petugas PANDU RS kemudian melangkah ke kursi berikutnya. Menyapa pengunjung lain.

Membuka keranjang kecilnya lagi. Memberikan suvenir berikutnya.

Bagi RSUD H. Moh. Ruslan, peringatan usia ke-16 bukan hanya tentang perjalanan sebuah institusi kesehatan. Tetapi tentang bagaimana menjaga hubungan dengan masyarakat yang dilayani setiap hari.

“Kami ingin rumah sakit ini bukan hanya tempat berobat, tetapi juga tempat yang menghadirkan rasa hangat bagi masyarakat,” kata dr. Eka.

Di lorong rumah sakit itu, aktivitas pelayanan tetap berjalan seperti biasa. Pasien datang dan pergi.

Nomor antrean terus dipanggil. Namun di antara rutinitas itu, sebuah hadiah kecil berpindah dari tangan petugas ke tangan pengunjung.

Dan sesekali, sebuah senyum muncul di ruang tunggu. “Terima kasih,” ucap pengunjung yang menerima dengan senyuman.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Pelayanan kesehatan Mataram #Humanis rumah sakit #Suvenir pengunjung #RSUD H Moh Ruslan #Pandu RS