Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bukan Cuma Garuk di Jalanan, Dinsos Mataram Kini Obati Mental dan Spiritual Para Gepeng

Lalu Mohammad Zaenudin • Selasa, 26 Mei 2026 | 20:51 WIB
Kepala Dinas Sosial Kota Mataram Muzakkir Walad saat berbincang dengan seorang gepeng, tentang alasannya kembali mengemis ke jalanan setelah beberapa waktu lalu ditertibkan. (DOK. DINSOS)
Kepala Dinas Sosial Kota Mataram Muzakkir Walad saat berbincang dengan seorang gepeng, tentang alasannya kembali mengemis ke jalanan setelah beberapa waktu lalu ditertibkan. (DOK. DINSOS)

 
LombokPost – Pemerintah Kota Mataram melalui Dinas Sosial terus memperkuat penanganan gelandangan dan pengemis (gepeng) melalui program rehabilitasi sosial berbasis pembinaan mental, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga penguatan kemandirian. Sebanyak 15 penerima manfaat mendapatkan bantuan sosial dan pembinaan dalam kegiatan bimbingan sosial yang digelar.

Kepala Dinas Sosial Kota Mataram Muzakkir Walad mengatakan, program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap aktivitas mengemis di jalanan. Sekaligus membantu mereka kembali menjalankan fungsi sosial secara lebih baik di tengah masyarakat.

“Bimbingan sosial ini merupakan bagian dari rehabilitasi sosial untuk membantu para pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial, khususnya gelandangan dan pengemis, agar mampu kembali mandiri dan tidak lagi turun ke jalan,” ujarnya, Senin (25/5). 

Menurut Muzakkir, penanganan gepeng tidak cukup hanya melalui penertiban di lapangan. Pemerintah juga perlu hadir memberikan pembinaan mental dan spiritual agar perubahan perilaku bisa berlangsung lebih kuat dan berkelanjutan.

“Karena sebagian besar mentalitas mengemis ini sudah terbentuk cukup lama, maka pendekatannya tidak bisa hanya administratif. Harus ada penguatan mental dan spiritual supaya mereka memiliki semangat berubah,” katanya.

Dalam program tersebut, para penerima manfaat mendapatkan berbagai layanan rehabilitatif. Mulai dari pembinaan sosial, penguatan motivasi hidup, hingga bantuan kebutuhan dasar berupa sembako, sandang, tikar, beras, sarung, dan kebutuhan harian lainnya.

Dinsos menilai pemenuhan kebutuhan dasar tetap penting sebagai bagian dari proses rehabilitasi sosial. Terutama bagi kelompok masyarakat rentan yang selama ini hidup dalam keterbatasan ekonomi.

Selain itu, layanan rehabilitatif juga diarahkan membantu para penerima manfaat. Agar mampu kembali diterima di lingkungan sosialnya serta membangun kehidupan yang lebih layak.

“Tujuan akhirnya adalah mengurangi ketergantungan terhadap aktivitas mengemis, membantu mereka beradaptasi kembali di masyarakat, dan mengubah pola pikir agar tidak kembali turun ke jalan,” jelas mantan camat Ampenan ini.

Ia mengatakan, program pembinaan sosial terhadap gepeng akan terus dilakukan secara bertahap melalui pendekatan persuasif dan kemanusiaan. Pemerintah berharap upaya tersebut dapat memperkuat perlindungan sosial sekaligus menjaga ketertiban dan wajah perkotaan.

 

Baca Juga: Kota Bima Kembali Raih Predikat WTP, Wali Kota: Ini Hasil Kerja Kolektif

Menurutnya, persoalan sosial di perkotaan membutuhkan penanganan bersama dan berkelanjutan, tidak hanya dari pemerintah tetapi juga dukungan masyarakat sekitar.

“Yang kita dorong bukan sekadar bantuan sesaat, tetapi bagaimana mereka punya semangat untuk bangkit dan menjalani kehidupan yang lebih mandiri,” tutupnya.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Kota Mataram #anjal dan pengemis #program penanganan gelandangan #Dinsos Mataram