LombokPost-Menjelang Hari Raya Idul Fitri, banyak masyarakat kerap mencari parsel untuk dibagikan pada keluarga, kerabat, hingga rekan. Memastikan keamanan produk yang disajikan, BBPOM Mataram bersiap turun melakukan pemeriksaan ke sejumlah toko dan ritel modern.
”Hampers dan parsel Lebaran menjadi salah satu fokus pengawasan kami,” ujar Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram Yosef Dwi Irwan, Minggu (23/3).
Pengecekan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahunnya mejelang Hari Raya Idulfitri. Pelaksanaannya berkolaborasi dengan dinas perdagangan, dinas perindustrian, dinas kesehatan, dan stakeholder lainnya.
“Tapi sejauh ini rata-rata hasilnya bagus karena pemenuhan terkait persyaratan pangan pada isi parsel sudah terpenuhi,” sambungnya.
Yosef mengatakan, ada beberapa persyaratan pangan untuk hampers dan parsel lebaran. Di antaranya, barang tidak rusak, tidak kedaluwarsa dengan masa minimal masih enam bulan, dan isi parsel harus produk halal.
”Kenapa minimal masih enam bulan, karena biasanya isi parsel tidak langsung dikonsumsi penerima, tapi beberapa minggu ke depan bahkan beberapa bulan ke depan,” terangnya.
Beberapa item pengecekan di antaranya, kemasan dan masa kedaluwarsa. Selain itu, kemasan yang penyok atau rusak, terutama pada kemasan kaleng dapat memengaruhi kualitas makanan dan terkontaminasi bakteri.
Jika ada temuan yang tidak sesuai ketentuan, pihaknya akan melakukan akan melakukan edukasi dan pembinaan terhadap pelaku usahanya. Yakni memberikan penjelasan terhadap dampak jika parsel diberikan tidak sesuai ketentuan.
“Kami minta pihak ritel mengganti isi parsel yang dinilai tidak memenuhi syarat tersebut. Kami juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan jika ada temuan, pasti akan ditindaklanjuti,” tandasnya. (fer/r6)
Editor : Rury Anjas Andita