LombokPost – Kinerja pengumpul Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pasar di Kota Mataram sedang menjadi perhatian serius.
Menjelang akhir tahun, realisasi pendapatan Retribusi Pasar Mataram dilaporkan masih berada di "zona kuning", jauh dari target yang ditetapkan.
Untuk mendongkrak pendapatan yang masih di pertengahan target Rp 7,5 miliar, puluhan juru pungut pasar di seluruh Mataram telah dikumpulkan dan diberi instruksi tegas.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram, Irwan Harimansyah, menyatakan bahwa pembinaan intensif ini bertujuan agar para juru pungut bekerja sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
“Kita sudah kumpulkan, jadi kita berikan pengarahan, kita berikan motivasi kepada mereka supaya satu, mereka harus bekerja sesuai dengan standar operasional mereka sebagai juru pungut,” kata Irwan.
Sebanyak kurang lebih 50 Juru Pungut Pasar yang tersebar di wilayah timur (Pasar Cakranegara dan Mandalika) dan wilayah barat (Pasar Mataram, Ampenan, Sekarbela, dan Selagalas) kini berada di bawah pengawasan ketat.
Mereka bertugas menarik retribusi harian dari pedagang berdasarkan luas los area yang digunakan.
Irwan menjelaskan mekanisme kerjanya: hasil pungutan harian wajib disetor langsung ke bendahara kantor pada hari yang sama, kecuali hari Minggu.
Mengenai adanya potensi praktik penarikan retribusi yang tidak sesuai SOP, Irwan mengakui hal tersebut mungkin terjadi, namun ia menekankan dinas akan mengedepankan pembinaan dan teguran.
"Artinya kalau kita temukan mereka yang tidak sesuai dengan SOP tentu kita lakukan pembinaan," tegasnya.
Setiap juru pungut memiliki target harian yang dihitung berdasarkan uji petik dan jumlah pedagang di area pasar.
Sebagai contoh, jika 100 pedagang di Blok A dipungut Rp 2.000 per orang, maka target hariannya adalah Rp 200.000.
"Tapi kan tidak selamanya Rp 200.000. Ada yang sakit mungkin ya, ada yang ada kesibukan di rumah, ada yang tidak jualan, jadi bervariasi," ujarnya menjelaskan fluktuasi setoran harian.
Untuk tahun ini, Target PAD Mataram dari retribusi pasar yang ditetapkan oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) adalah Rp 7,5 miliar.
Irwan optimistis target ini, atau setidaknya melampaui capaian tahun lalu yang di atas 80 persen, akan tercapai.
"Tapi pada saat ini, sejak saya masuk per Oktober kemarin, memang kita masih di pertengahan. Artinya ada beberapa pasar yang masih merah, ada yang kuning, ada yang hijau, ada yang biru. Yang merah ini yang kita genjot supaya tidak merah,” pungkasnya.
Upaya ini sejalan dengan arahan Sekretaris Daerah Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, yang sebelumnya meminta OPD pengelola PAD untuk memaksimalkan kinerja agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai.