Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

SPMB Kota Mataram Mulai Analisis Data Kuota Siswa, Kursi Kosong dan Opsi Merger Sekolah Jadi Perhatian

Ali Rojai • Senin, 23 Maret 2026 | 14:03 WIB

Kepala BPMP Provinsi NTB Katman
Kepala BPMP Provinsi NTB Katman

LombokPost- Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Kota Mataram tahun ini memasuki fase krusial. Pemerintah mulai melakukan analisis kuota siswa guna mengantisipasi masalah kursi kosong yang kembali menghantui sejumlah sekolah. Isu kursi kosong dalam SPMB Kota Mataram ini menjadi perhatian serius karena berdampak langsung pada pemerataan pendidikan.

Dalam SPMB Kota Mataram, tren penurunan jumlah siswa dalam dua tahun terakhir menjadi dasar evaluasi. Data menunjukkan, kursi kosong paling banyak terjadi di jenjang SMP. Sementara di jenjang SD, langkah merger sekolah bahkan sudah dilakukan untuk menjaga efisiensi operasional.

Kepala Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi NTB Katman menegaskan, saat ini pihaknya bersama Dinas Pendidikan tengah fokus pada analisis data kuota dalam SPMB Kota Mataram.

“Kita sedang proses analisis data dan penentuan kuota siswa melalui koordinasi dengan dinas,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan kursi kosong dalam SPMB Kota Mataram tidak lepas dari berkurangnya distribusi siswa dari luar daerah. Hal ini dipengaruhi aturan domisili yang semakin ketat, sehingga sekolah harus lebih cermat dalam memetakan potensi peserta didik baru.

Untuk itu, seluruh skenario dalam SPMB Kota Mataram, termasuk penambahan rombongan belajar (rombel) maupun penyesuaian kuota siswa, wajib tertuang dalam Petunjuk Teknis (Juknis). Langkah ini penting agar pelaksanaan SPMB Kota Mataram berjalan tertib dan tidak memunculkan kembali persoalan kursi kosong.

Ditengah proses ini, opsi merger sekolah juga masih menjadi bagian dari strategi apabila ketimpangan jumlah siswa terus terjadi. Pemerintah ingin memastikan tidak ada sekolah yang kekurangan murid secara signifikan.

Katman menekankan, evaluasi dari pelaksanaan sebelumnya menjadi pijakan utama dalam menyusun strategi SPMB Kota Mataram tahun ini.

Dengan perencanaan yang matang, diharapkan distribusi siswa lebih merata dan persoalan kursi kosong bisa ditekan.

“Harapannya, SPMB Kota Mataram tahun ini bisa lebih optimal, tidak ada lagi sekolah yang kekurangan murid atau harus merger sekolah,” pungkasnya.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#masalah kursi kosong SMP #Penerimaan siswa baru Mataram #SPMB NTB 2026 #aturan domisili sekolah #kuota siswa SPMB #kursi kosong sekolah #rombel sekolah Mataram #merger sekolah Mataram #SPMB Kota Mataram #distribusi siswa Mataram