"Kami akan usulkan tapi draftnya belum ada untuk diajukan ke Pak Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, sehingga tarif sekarang masih normal," ucap Ketua Organda NTB Junaidi Kasum, Kamis (14/4/2022).
Penyesuaian ini masih menunggu kesiapan waktu anggota Organda, mengingat masih awal bulan puasa. Namun dipastikan, tarif angkutan darat pada momen mudik ada kenaikan.
"Kami juga akan koordinasi lebih dahulu dengan DAMRI yang sudah naikkan tarif," tambahnya.
Sebelumnya, Perum Damri Cabang Kota Mataram menaikkan tarif angkutan hari raya Idul Fitri 1443 Hijriah. Kenaikan mencapai 10 persen hingga 40 persen dari tarif normal, yang berlaku mulai tanggal 15 April hingga 15 Mei 2022.
"Benar kenaikan sebesar 10 hingga 40 persen dari tarif normal mengikuti tingkat domain penumpang," ucap General Manager Perum Damri Cabang Kota Mataram Sadi.
Adapun rincian tarif angkutan tersebut sebagai berikut, untuk tanggal 15 hingga 19 April kenaikan tarif mencapai 10 persen; tanggal 20-24 April, tanggal 2-3 Mei, tanggal 9-15 Mei kenaikan tarif mencapai 20 persen; tanggal 25-27 April, tanggal 4-5 Mei kenaikan tarif sebesar 30 persen; tanggal 28 Mei-1 Mei, tanggal 6-8 Mei kenaikan tarif sebesar 40 persen.
Adanya kenaikan tarif angkutan ini, diakui Sadi karena secara umum kasus pandemi Covid-19 yang sudah sangat menurun. Selain itu, secara perekonomian baik Lombok dan Sumbawa juga sudah mulai stabil.
"Ini rencana tarif yang akan kita berlakukan, tentu juga dengan mempertimbangkan keadaan lapangan juga termasuk penumpang dan kompetitor," jelasnya.
Damri Cabang Mataram pada mudik lebaran tahun ini, sambung Sadi, mengasumsikan terjadi peningkatan penumpang menjelang H-5 sampai dengan H+5 lebaran. Bila hari normal, jumlah penumpang yang diangkut armada Damri dari atau ke Mataram-Sumbawa bisa mencapai 500 hingga 600 penumpang per hari.
Pada momen lebaran kali ini, Damri prediksi bisa mengalami kenaikan penumpang sebesar 30 hingga 50 persen baik dari Mataram-Sumbawa dengan kisaran seribu penumpang per hari pada high season.
Guna mengantisipasi lonjakan penumpang ini, Damri Cabang Mataram mempersiapkan 50 unit armada baik kelas ekonomi dan bisnis untuk melayani transportasi dari dan ke Mataram/Sumbawa.
"Dengan rincian trayeknya Empang, Maluk, Lunyuk, Labangka, Sekongkang, Talonang, Moyo, Mata, Seteluk, Tano, Lenangguar, Jereweh dan sekitarnya," tambahnya.
Selain itu, armada Damri ini sudah dilakukan inspeksi kelayakan (ramp cek) baik dari kantor pusat maupun Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD). Kemudian, untuk persyaratan perjalanan bagi penumpang secara umum sama sebagaimana peraturan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah pusat.
"Kita tetap mengikuti peraturan pemerintah pusat, dimana pemudik yang sudah menerima booster tidak perlu menunjukkan tes antigen atau PCR, namun bila baru dua kali vaksinasi harus membawa hasil negatif COVID-19 dari tes antigen, hasil PCR negatif bila baru divaksinasi pertama atau belum sama sekali divaksin. Kami juga tetap terapkan prokes baik pakai masker, cuci tangan," tutup Sadi. (ewi/r10) Editor : Baiq Farida