Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Koordinasi dengan Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan NTB, Uji PCR Ternak Kini Bisa di NTB 

nur cahaya • Senin, 21 April 2025 | 22:30 WIB

 

BERI BANTUAN: Mobil tangki air BPBD Lobar dan Dinas Damkar membawakan air bersih untuk peternak sapi di Pelabuhan Gili Mas, Minggu (20/4).
BERI BANTUAN: Mobil tangki air BPBD Lobar dan Dinas Damkar membawakan air bersih untuk peternak sapi di Pelabuhan Gili Mas, Minggu (20/4).
 

LombokPost-Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal langsung menginstruksikan tiga OPD sekaligus untuk mencari solusi atas penumpukan ribuan ekor sapi yang hendak dikirim ke Pulau Jawa. Tiga OPD yang ditugaskan adalah Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

"Semua OPD ini sudah turun memastikan sapi milik peternak aman," kata Miq Iqbal. 

Dishub, misalnya, ditugaskan untuk memastikan kesiapan kapal pengangkut. Mereka sudah berkoordinasi dengan PT Pelindo dan ASDP Cabang Lembar dan ASDP Cabang Kayangan. "Kami ingin menaikkan frekuensi kapal besar yang bisa mengangkut ternak dalam jumlah yang lebih banyak," kata Iqbal. 

Sedangkan dikes diminta untuk mengirimkan dokter hewan ke pelabuhan. Tim medis harus mengecek kondisi kesehatan hewan yang akan dikirim ke Pulau Jawa. Selain itu BPBD diminta untuk menyiapkan kondisi darurat. Misalnya mendatangkan tangki-tangki air untuk memastikan air minum bagi sapi sehingga tidak kepanasan selama di area parkir. 

"Kami terus mencari solusi agar ternak ini segera bisa dikirim secepatnya," paparnya. 

Photo
Photo

Di sisi lain, Pemprov NTB juga sudah mencari solusi terkait tes kesehatan hewan ternak. Selama ini ternak sapi asal NTB harus dilakukan pengujian Polymerase Chain Reaction (PCR) ke Bali. Itu menjadi keluhan asosiasi peternak NTB. Selain ongkos transportasi yang mahal, saat ini akses tes PCR di Bali juga sudah tutup karena kelebihan beban. Di Bali ditutup karena sudah kelebihan beban. "Jadi selama ini para peternak kita mau test PCR sapi saja harus ke Bali. Bayangkan," cetus Iqbal. 

Untuk itu, Miq Iqbal sudah meneken Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2025 tentang Rincian Retribusi Jasa Usaha Uji Laboratorium Kesehatan Hewan. Pergub ini menjawab berbagai keluhan yang disampaikan oleh asosiasi peternak. Yaitu terkait dengan sulitnya akses terhadap layanan pengujian Polymerase Chain Reaction (PCR) ternak sapi di wilayah NTB.

Dengan peraturan itu diharapkan para peternak bisa lebih mudah mengakses layanan laboratorium. "Sehingga pengendalian penyakit hewan dapat dilakukan secara lebih cepat dan efektif di dalam daerah sendiri," tegas Miq Iqbal.

 Baca Juga: BPPD NTB Curhat ke BRIN soal Efisiensi Anggaran

Bantu Suplai Air Bersih

Polres Lombok Barat melalui jajaran Polsek Kawasan Pelabuhan Lembar menunjukkan kepeduliannya terhadap para pengusaha dan pengawal ternak sapi yang mengalami antrean panjang di area Pelabuhan Gili Mas dan Terminal Segenter.

Dalam situasi cuaca panas ekstrem, kepolisian bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih guna memenuhi kebutuhan vital ratusan ekor sapi yang siap diberangkatkan menuju Pulau Jawa.

Situasi antrean truk pengangkut ternak sapi telah menjadi perhatian, menyusul laporan adanya penumpukan kendaraan di dua lokasi utama tersebut.

Kondisi ini diperparah dengan suhu udara yang meningkat, membuat kebutuhan air minum untuk ternak menjadi sangat krusial.

"Ketersediaan pakan ternak masih dianggap cukup untuk menopang kebutuhan sapi selama menunggu hingga perjalanan. Namun, kebutuhan air minum menjadi tantangan utama," jelas Kapolsek Kawasan Pelabuhan Lembar Ipda Imran.

Untuk sementara, para pengawal ternak terpaksa memanfaatkan sumber air dari kali di sekitar RTK Gili Mas membantu warga. Melihat kondisi tersebut, segera pihaknya mengambil langkah proaktif untuk mengatasi persoalan kebutuhan air minum ternak ini.

Dia langsung berkoordinasi dengan Bagian Logistik Polres Lombok Barat guna meminta dukungan suplai air bersih menggunakan armada tangki. "Cuaca hari ini sangat terik, ternak-ternak ini sangat membutuhkan air minum yang cukup untuk menjaga kondisi mereka agar tetap sehat selama menunggu antrean," lanjutnya.

Kedatangan truk tangki air dari polsek kemudian disambut antusias oleh para pemilik dan pengawal ternak sapi yang telah menanti bantuan air bersih. Mereka segera mengambil ember dan wadah masing-masing untuk menampung air bersih yang disalurkan dari tangki.

Proses pembagian air minum untuk ratusan ternak sapi ini berjalan tertib dan lancar. Satu tangki berisi sekitar 5 ribu liter air bersih berhasil didistribusikan. Cukup untuk memenuhi kebutuhan mendesak sebagian besar ternak yang menunggu.

Polsek Kawasan Pelabuhan  juga berkoordinasi dengan pihak Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan NTB. Koordinasi ini memastikan bahwa seluruh proses dan rencana distribusi air bersih kepada ternak telah diketahui dan mendapatkan izin dari pihak terkait.

Tindakan serupa juga dilakukan Dinas Damkar Lobar dan BPBD Lobar. Ribuan liter air bersih dibawakan untuk ternak sapi warga yang mengantre di Pelabuhan Gili Mas. "Ini sebagai bentuk kepedulian terhadap hewan ternak milik saudara kita dari Bima," ucap Plt Kadis Damkar Moh Amin

Dinas Damkar Lobar maupun BPBD mendapatkan arahan dari bupati untuk peduli terhadap persoalan yang dihadapi para peternak. Terlebih kondisi mereka bersama hewan ternaknya sangat memprihatinkan di area Pelabuhan Gili Mas.

Di satu sisi, ketersediaan air bersih cukup melimpah di wilayah Lombok Barat. "Makanya kami datang membawakan bantuan 5 ribu liter air bersih untuk minum sapi mereka selama menunggu keberangkatan. Semoga bisa membantu," harapnya. (mar/ton/r3)

Editor : Prihadi Zoldic
#sapi #BPBD #asdp cabang lembar #Kayangan #Dishub #Lembar