Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Hanya Modal Rp125 Ribu Perhari, Penjual Telur Gulung Ini Mampu Berangkat Haji, Ternyata Ini yang Dilakukan Setiap Pagi: Saya Daftar...

Fratama P. • Jumat, 2 Mei 2025 | 20:18 WIB
Zaenudin, penjual telur gulung yang berhasil jadi jamaah haji kloter I
Zaenudin, penjual telur gulung yang berhasil jadi jamaah haji kloter I

LombokPost - Memiliki profesi sebagai penjual telur gulung tentunya tidak salah selama mendapatkan penghasilan yang halal dan mampu menjadi jamaah haji.

Hal itu dirasakan oleh penjual telur gulung, Zaenudin, memiliki perjalanan hidup yang sangat menginspirasi karena sukses menjadi salah satu calon jamaah haji. 

Menjadi jemaah haji memang telah menjadi impian dan harapan Zaenudin yang bekerja sebagai penjual telur gulung.

Menjaga profesi sebagai penjual telur gulung tentu tidak membuat Zaenudin kehilangan semangat untuk menjadi calon jemaah haji. 

Dengan pekerjaan yang ia jalani, tampaknya pria ini dapat membawa dirinya meraih cita-citanya menuju tanah suci. 

Wanita ini berasal dari Dusun Jerneng Mekar, Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. 

Kini cerita tentang perjuangannya meraih impian yang menginspirasi banyak orang dibicarakan di media sosial. 

Wanita ini menceritakan bahwa ia sehari-hari hanya berjualan telur gulung keliling dengan penghasilan yang memadai setiap harinya. 

Namun, dengan usaha kecil yang dilakukannya, ia justru memperoleh keberkahan dan membawanya ke tanah suci sebagai tamu haji. 

Ternyata, untuk mewujudkan niatnya ke tanah suci, ia perlu menabung selama sekitar 20 tahun. 

Zaenudin memulai bisnisnya sejak tahun 2008, awalnya memilih Kota Mataram dan kemudian berpindah ke Sekotong sebagai tempat penjualannya. 

Tidak lancar, penjual telur gulung ini memilih untuk berhenti berjualan di tempat pertamanya dan mulai membangun usahanya dari nol. 

“Saya mulai jualan telur gulung ini sejak 2008, dulu pertama jual di Mataram, tapi dikeluarkan. Akhirnya pindah ke Sekotong. Dari jualan ini, Alhamdulillah bisa nabung untuk naik haji,” ujarnya. 

Ia juga menyatakan bahwa usaha pertamanya itu hanya mengeluarkan modal terbatas sebesar Rp125 ribu per harinya. 

Berkat usaha gigihnya, modal yang awalnya hanya Rp125 ribu dapat berkembang menjadi 2 kali lipat atau lebih, tergantung situasi. 

Dengan untung yang tak banyak dari telur gulung, Zaenudin bertekad untuk terus menabung sebagai persiapan menjadi jamaah haji. 

"Kalau dapat Rp100.000, saya sisihkan Rp10.000 untuk tabungan. Kalau dapat Rp125.000, saya tabung Rp15.000. Kalau cuma Rp50.000, saya tidak bisa nabung," dia melanjutkan. 

Penjual telur gulung ini juga menceritakan cita-citanya untuk mendaftar sebagai jamaah haji sudah dimulai sejak tahun 2012 lalu. 

Tak terduga, nama Zaenudin muncul sebagai jamaah haji setelah menunggu hampir 20 tahun. 

"Saya daftar haji tahun 2012. Namanya baru keluar tahun ini, saya kaget sekali, tidak menyangka. Menunggu hampir 19 tahun. Sempat keluar nama juga sebelumnya, tapi belum ada biaya untuk melunasi," kata Zaenudin. 

Tentu saja, keberuntungan Zaenudin tidak diperoleh secara tiba-tiba, tetapi melalui usaha yang panjang dan tak mengenal lelah. 

Setiap pagi pada pukul 06.30 WITA, ia wajib berkeliling untuk menawarkan dagangan yang langsung dibuat oleh istrinya. 

Kepala Dusun Jerneng Mekar, Fahmi, juga merasa senang dengan prestasi yang diraih penjual telur gulung keliling ini. 

“Alhamdulillah tahun ini ada warga kami yaitu Pak Zaenudin yang setiap harinya berjualan telur gulung, mulai dari kecil hingga sekarang. Dari usaha kecil ini, Allah memanggil beliau untuk menunaikan ibadah haji. Beliau termasuk sosok yang gigih, istiqomah, dan pantang menyerah,” ujar Fahmi. 

Zaenudin dilaporkan bergabung sebagai jemaah haji Kloter I dari Kabupaten Lombok Barat dan telah diberangkatkan pagi ini (2/5). 

Wanita ini juga meminta doa agar diberikan kekuatan untuk melaksanakan ibadah yang mulia di tanah suci. 

“Saya hanya minta doa, semoga saya sehat, kuat, dan bisa melaksanakan semua rangkaian haji dengan sempurna,” kata Zaenudin. 

Cerita tentang Zaenudin, si penjual telur gulung yang pergi haji, pasti akan menjadi inspirasi bagi banyak orang.*** 

Editor : Fratama P.
#Jamaah Haji #zaenudin #penjual telur gulung