Setiap personel secara sukarela menyisihkan Rp1.000 per hari untuk membantu warga pesisir yang kurang mampu.
Dirpolairud Polda NTB Kombes Pol. Boyke Fredrik Salmon Samola mengatakan gerakan ini lahir dari rasa empati terhadap masyarakat pesisir yang masih menghadapi berbagai keterbatasan.
“Mungkin kecil nilainya, tapi kalau dilakukan bersama-sama dan konsisten, dampaknya luar biasa untuk saudara-saudara kita di pesisir,” ujar Boy Samola, Kamis (7/8).
Ia menegaskan, gerakan ini tidak bersifat wajib. Personel yang ingin ikut cukup menyisihkan seribu rupiah dari penghasilan harian.
Dana yang terkumpul kemudian disalurkan dalam bentuk bantuan sembako, alat sekolah, hingga kebutuhan dasar bagi nelayan, buruh pelabuhan, dan anak-anak pesisir.
Gerakan yang sudah berjalan lama ini sengaja tidak dipublikasikan secara besar-besaran.
“Ini bukan tentang pencitraan. Ini tentang hati. Kami ingin hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tapi juga sebagai sahabat warga pesisir,” tegasnya.
Semangat gerakan ini kini mulai menular. Beberapa komunitas di pesisir mengikuti langkah serupa, seperti mendirikan warung sedekah atau membuat celengan komunitas.
“Semoga ini menjadi virus kebaikan. Jangan lihat besar kecilnya bantuan, tapi ketulusannya,” tutup Boy Samola. (*)
Editor : Marthadi