Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Diskop UKM NTB Gelar TOT Evaluasi Kesiapan Tenaga Pengajar Demi Sukses Menggelar Diklat Kompetensi Pengurus Kopdes se NTB

Rosmayanthi • Sabtu, 8 November 2025 | 18:35 WIB

Dinas Koperasi UKM NTB menggelar TOT Evaluasi Kesiapan Tenaga Pengajar demi mengsukseskan Diklat Kompetensi Pengurus Kopdes se NTB yang akan berlangsung dalam waktu dekat.
Dinas Koperasi UKM NTB menggelar TOT Evaluasi Kesiapan Tenaga Pengajar demi mengsukseskan Diklat Kompetensi Pengurus Kopdes se NTB yang akan berlangsung dalam waktu dekat.
LombokPost - Dinas Koperasi UKM Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) secara maraton menyelesaikan persiapan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di NTB.

Dimulai dengan menggelar rapat teknis Diskop Provinsi dengan Diskop Kabupaten/Kota, melaksanakan Diklat Kompetensi bagi Pendamping KDKMP (Kopdes) hingga Rapat Monitoring dan Evaluasi Tim Pengajar Diklat Kompetensi Pengurus Kopdes di sepuluh kabupaten/kota yang akan digelar dalam waktu dekat ini.

Bahkan mulai Senin (10/11) depan, Tim mulai menggelar Pelatihan Kompetensi bagi seluruh Pengurus 1116 Kopdes yang akan dibentuk di sepuluh kabupaten/kota se NTB.

Kepala Dinas Koperasi UKM NTB, Ahmad Masyhuri, SH., saat membuka Rapat Monitoring dan Evaluasi Peningkatan Kompetensi Pendamping Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Provinsi NTB Tahun 2025 di Hotel Golden Palace, Mataram, Jumat (7/11) sore mengatakan, sudah tidak ada waktu bagi Diskop untuk bersantai-santai karena sesuai pemerintah pusat, KDKMP ini harus sudah teralisasi Januari 2026.

"Sementara semua Diklat Kompetisi Kopdes harus sudah selesai November ini," tambahnya.

Itu sebabnya, semua pihak yang menjadi tim percepatan pembentukan Kopdes harus benar-benar menjaga kesehatan.

"Saya faham baik panitia, tim pengajar dan tim pendamping provinsi, kabupaten/kota sudah bekerja tiga minggu ini tanpa putus menggelar pelatihan. Tentu ada rasa lelah dan ngantuk karena menghadapi pelatihan siang dan malam. Tapi kita semua harus ingat jika waktu sudah sangat mepet. Minggu depan kita mulai mengelar Pelatihan Pengurus di 10 kabupaten/kota. Jadi saya harap semua yang terlibat harus benar-benar menjaga diri dan kesehatan sampai tugas ini selesai," ucap Ahmad Masyhuri dihadapan tim panitia Diklat kabupaten/kota dan tim pengajar pelatihan.

Mengenai metode pengajaran dan wawasan tim pengajar, Ahmad Masyhuri tidak merasa khawatir, karena sebagian besar tim pengajar adalah pilihan atau utusan kabupaten kota, jadi pasti adalah tim pengajar terbaik dari daerah masing-masing.

Hanya saja, Ahmad Masyhuri menekankan pentingnya kesiapan para pendamping dan nara sumber dalam memberikan materi pelatihan, menciptakam suasana pelatihan yang menarik bagi peserta dan membangun ruang diskusi yang aktif dnegan seluruh peserta. Sehingga para peserta benar-benar memahami strategi penyelenggaraan Kopdes yang modern dan mandiri..

“Saya yakin Bapak-Ibu semua memiliki wawasan yang sangat baik untuk menyampaikan materi, tinggal kesiapan fisik dan metode mengajar yang perlu disiapkan agar peserta tidak mengantuk. Mari kita ikuti kegiatan ini dengan semangat dan kebersamaan,” ajak Ahmad Masyhuri saat pidato pembukaan. 

Dalam Rapat Monitoring dan Evaluasi Tim Pengajar Pelatihan Kompetensi yang digelar ini bukan untuk memberikan pelatihan bagi tim pengajar, melaikan untuk menyamakan persepsi dan metode pengajaran yang hanya memiliki waktu tiga hari per angkatan.

Lalu ada desain pengajaran yang dibuat dari pusat, yang harus sama-sama dipelajari dan dirumuskan supaya apa yang menjadi tujuan pelatihan tercapai.

"Pelatihan kompetensi pengurus yang akan digelar di kabupaten/kota besok ini harus selesai dalam tiga hari per pelatihan, untuk pelatihan satu angkatanberjumlah 100 orang bahkan lebih," kata Ahmad Masyhuri mengingatkan.

Lebih lanjut Ahmad Masyhuri mengingatkan jika Pelatihan Kompetisi Pengurus Koperasi sepenuhnya ada di Kabupaten/Kota. Termasuk pembagian jadwal lokasi setiap tim pengajar ditentukan oleh panitia kabupaten/kota.

"Mengenai kepanitiaan semua ada di kabupaten kota, Provinsi hanya memfasilitasi. Jadi mengenai lokasi pelatikan untuk masing-masing pengajar juga ditentukan oleh kabupaten/kota," tegas Ahmad Masyhuri.

Sehingga sarannya, sebaiknya setiap pengajar menginap di daerah yang dekat dengan lokasi pelaksanana pelatihan.

"Jadi jangan sampai ada yang mengeluh, terutama soal adanya tenaga pengajar yang kelelahan usai mengajar, itu sebabnya kami sarankan untuk menginap supaya tidak bolak balik," tambahnya.

Selaim itu, Ahmad Masyhuri memberi arahan agar pengajar harus belajar mengenal karakter dan latar belakang setiap peserta. 

"Mungkin ada yang pendidikannya terbatas, tapi ada juga yang doktor, mungkin ada juga dari kalangan LSM. Jadi pengajar harus siap mental dan belajar memahami latar belakang peserta agar pelatihan ini berjalan dengan baik," sarannya.

Selajutnya Ahmad Masyhuri meminta agar semua pihak yang terlibat dalam program Kopdes ini bekerja maksimal.agar program ini bisa berjalan sesuai harapan Bapak Presiden. Yakni bagaimana KDKMP bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui ketahanan pangan.

“Kita berikhtiar agar Kopdes Merah Putih ini dapat berjalan sebagaimana harapan Bapak Presiden. Harapannya sederhana, bagaimana koperasi ini bisa meningkatkan kesehatan masyarakat melalui ketahanan pangan. Jadi konteksnya adalah ketahanan pangan, Kopdes ini menjadi supplier sekaligus distributor,” ucap Ahmad Masyhuri.

Kadiskop UKM NTB, Ahmad Masyhuri menekankan pentingnya kesiapan para pendamping dan nara sumber dalam memberikan materi pada Diklat Pengurus KDKMP.
Kadiskop UKM NTB, Ahmad Masyhuri menekankan pentingnya kesiapan para pendamping dan nara sumber dalam memberikan materi pada Diklat Pengurus KDKMP.

Ia berharap, program KDKMP ini bisa sukses, terutama di NTB. Dan pelatihan kompetensi merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat peran Kopdes sebagai salah satu program strategis nasional.

Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Kepala Bidang Pengawasan Koperasi, Irine Silviani, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyiapkan narasumber dan pengajar yang kompeten dalam memberikan pelatihan bagi pengurus KDKMP di seluruh kabupaten/kota se-NTB.

“Peserta kegiatan Training of Trainers (TOT) ini berjumlah 54 orang, terdiri atas 4 peserta dari provinsi dan 50 peserta dari kabupaten/kota se-NTB,” ujar Irine.

Adapun narasumber dalam kegiatan ini berasal dari Balai Pelatihan Koperasi (Balatkop), meliputi Kasi Peningkatan SDM, Widya Iswara Utama, dan Widya Iswara Madya. Kegiatan ini dibiayai melalui DIPA Satuan Kerja Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB Tahun Anggaran 2025.

Irine berharap kegiatan rapat monitoring dan evaluasi ini dapat berjalan dengan baik, lancar, dan sukses, serta memberikan hasil nyata dalam peningkatan kapasitas pendamping koperasi di seluruh NTB.

“Semoga kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kita bersama dalam mensukseskan program KDKMP serta membawa keberkahan bagi kita semua,” pungkasnya.

Editor : Siti Aeny Maryam
#kabupaten/kota #diklat #pengajar #Ahmad Masyhuri #Kopdes #KDKMP