LOMBOKPOST-Empat siswi SMAN 1 Mataram mengikuti tiga ajang tingkat nasional dan internasional.
Vanisa Khairafatiha Zardi Kelas XI IPS 3 dan Khaifa Shafa Amalia kelas XI MIPA 4 menjadi perwakilan NTB di Raimuna Nasional (Rainas) XII Tahun 2023. Kegiatan diselenggarakan di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka, Cibubur, Jakarta Timur.
Berikutnya, Agnesia Triana Dewi Kelas XII IPS 1 sebagai perwakilan NTB di Gita Bahana Nusantara (GBN). Ini merupakan kelompok paduan suara yang tampil pada upacara 17 Agustus di Istana Merdeka.
Terakhir, Stefany Aritama Kelas X-4 menjadi salah satu perwakilan Indonesia di Jambore Pramuka Internasional di Korea Selatan.
Mereka pun berbagi pengalaman. ”Puji Tuhan, lolos dan menjadi bagian dari GBN adalah pengalaman yang luar biasa,” ujar Agnesia Triana Dewi, saat ditemui Lombok Post, Senin (28/8).
Kesempatan itu dimanfaatkan Agnes untuk banyak menyerap ilmu. Dimulai dari disiplin waktu, hingga belajar vokal dengan ahli.
”Kami benar-benar diajari oleh ahlinya di sana. Cara bernyanyi yang bagus gimana, agar seimbang dengan jenis suara yang lain, dan itu kami dilatih semuanya,” kata dia.
Di samping itu, menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dan belasan lagu nasional lainnya di Istana Merdeka, memberi kebanggaan tersendiri. Rasa nasionalisme tumbuh dan semakin mengakar kuat dalam dirinya.
”Di sana saat saya hormat bendera, mau selama apa pun benar-benar nggak kerasa, karena perjuangan pahlawan kita untuk Indonesia Merdeka, membuat saya terharu. Ini pengalaman yang tidak terlupakan buat saya,” tandasnya.
Vanisa Khairafatiha Zardi dan Khaifa Shafa Amalia juga berbagi pengalaman. Khaifa menyebut, banyak mengikuti kegiatan yang bertujuan membangun dan pengembangan diri.
Seperti youth development town terdiri dari youth techno-preneur, youth education, dan youth talent. Berikutnya, ada wisata budaya, sejarah dan mempelajari keanekaragaman hayati.
Ada rover activity, terdiri dari rover land, saka academy, water rescue, hingga social activity rainas art and culture.
”Kami banyak mendapatkan pengetahuan baru dari provinsi lainnya di Indonesia, semua yang khas dari daerah lain dipelajari,” ujarnya.
Begitu juga yang diungkapkan Vanisa, ada kegiatan kampus bangkit. Banyak informasi yang didapatkan, seperti aspek penerimaan mahasiswa baru, fasilitas kampus, kegiatan teori dan kuliah praktik. Lalu organisasi kemahasiswaan, serta beasiswa kampus.
”Di sini kami belajar bagaimana membangun relasi yang baik antarpeserta rainas, jadi banyak hal positif yang kami dapatkan,” ujarnya.
Stefany Aritama mengungkapkan, banyak menjalin persahabatan dengan peserta lain dari budaya yang berbeda. ”Ada tantangan selama ikut jambore, harus mengumpulkan minimal 100 teman dari negara lain, dan ini bermanfaat banget bisa kenalan sama mereka,” ujarnya.
Ia juga banyak belajar tentang budaya dan kekhasan Korea Selatan. Mengenal kebiasaan masyarakat di negeri ginseng tersebut. (yun/r9/*)
Editor : Redaksi