LombokPost-SMAN 4 Mataram sudah menggerakkan siswa dalam berliterasi sehingga mewujudkan beberapa buah buku.
Tak cepat berpuas diri, kini sekolah itu meraih prestasi yang membanggakan sebagai Sekolah Aktif Literasi Nasional.
Koordinator Literasi SMAN 4 Mataram Emiliyati menuturkan, kegiatan literasi yang dilakukan Smanca sebutan SMAN 4 Mataram sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu.
Program literasi diawali dengan membaca pagi dan juga bercerita ceria.
”Ini menjadi jadwal rutin dilakukan siswa di sekolah,” ucap Emil, sapaan karibnya.
Dijelaskan, Smanca merupakan sekolah penggerak dan literasi ini program unggulan.
”Kami buat jadwal, semua siswa pada jam pertama membaca selama 30 menit di dalam kelas,” tutur perempuan berjilbab ini.
Jadwal membaca buku fiksi dan non fiksi terjadwal setiap kelas.
Bahkan pihak sekolah menyiapkan rak beserta buku di masing-masing kelas.
”Apa yang dibaca siswa kita minta juga ditulis,” terangnya.
Selain itu, bercerita ceria juga masuk jadwal pertama jam pelajaran selama 30 menit.
”Kalau ini ada tim literasi. Satu kelas ada enam orang dan mereka bercerita sesuai pilihan,” ujarnya.
Baca Juga: Ajak Warga Menangkan Caleg, Kades di Bima Jadi Tersangka Tipilu
Dia menyebutkan, program literasi menghasilkan buku karya siswa dan guru.
Pada program ini siswa diminta menulis berita, madding, cerita pendek, puisi, dan sebagainya.
”Sekarang terbaru ada buku berjudul Tak Cukup Kata hasil karya siswa dan guru. Ada 57 puisi di buku ini,” terangnya.
Kepala SMAN 4 Mataram H Jauhari Khalid menuturkan, dalam merealisasikan program tersebut, waktu penulisan proyek pembuatan buku dilakukan secara berkelanjutan setiap bulan.
Giat literasi untuk pembuatan buku tersebut tidak hanya kontribusi tulisan dari siswa saja, tetapi juga bapak dan ibu guru.
”Semoga kegiatan ini terus menelurkan buku-buku baru, baik tulisan dari siswa maupun dari bapak dan ibu guru,” pungkasnya. (jay/r9)
Editor : Kimda Farida