LombokPost - Pemanfaatan energi terbarukan berbasis masyarakat mulai berkembang di Desa Sesait, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara.
Melalui program hibah pengabdian masyarakat 2025 dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendiktisaintek, tim dosen dan mahasiswa menggelar pelatihan pengoperasian dan perawatan instalasi digester biogas pada Sabtu (30/8).
Tim pengabdian diketuai oleh Ahmad Akromul Huda dari Universitas Mataram (Unram), dengan anggota Yesung Allo Padang dari Unram, dan Muliatiningsih dari Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat).
Kemudian, sejumlah mahasiswa juga terlibat aktif, di antaranya Muh Safrizul Nizam, Ahmad Ibrahim Syahrul, Nafla Farhani, Dwi Ayu Desi Hamnisa, Agra Ananda Vigarya Putra, Muhibburahman, dan M Didi Rosyidin.
“Kegiatan ini bukan sekadar transfer teknologi, melainkan bagian dari upaya mendorong kemandirian energi desa, Biogas adalah solusi energi murah dan ramah lingkungan. Kami berharap Desa Sesait bisa menjadi model desa mandiri energi,” ujar Ahmad Akromul Huda.
Selain menghasilkan gas untuk energi, digester biogas juga memproduksi slurry atau ampas yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik.
“Slurry ini kaya unsur hara, aman bagi lingkungan, dan mampu meningkatkan kesuburan lahan pertanian,” jelasnya.
Pelatihan mencakup materi teknis dan praktik lapangan, mulai dari pengisian bahan baku, pengendalian tekanan gas, hingga perawatan rutin. Antusiasme peserta terlihat tinggi saat mencoba langsung mengoperasikan sistem di lokasi.
Dengan pendampingan berkelanjutan, Desa Sesait berpotensi menjadi contoh sukses dalam transisi energi hijau, sekaligus memperkuat ekonomi lokal melalui pemanfaatan limbah ternak yang berkelanjutan.
Sementara itu, bersama para kepala dusun dan anggota kelompok ternak. Sekretaris Desa Sesait Suma Jayaningrat, menyampaikan dukungan pemerintah desa untuk memperkuat komitmen menjadikan Sesait sebagai pionir desa energi hijau di Lombok Utara.
Baca Juga: Talkshow Literasi di UMMAT Tekankan Pentingnya Sikap Kritis Mahasiswa
“Dengan adanya biogas, warga bisa menghemat pengeluaran dan lingkungan menjadi lebih bersih. Pemerintah desa sangat mendukung kegiatan ini,” terangnya.
Ketua Kelompok Ternak, Suparman, juga mengungkapkan manfaat langsung dari program ini. “Gas dari digester sudah kami gunakan di rumah. Lewat pelatihan ini, kami jadi lebih paham cara perawatannya agar bisa dipakai jangka panjang,” katanya.
Editor : Siti Aeny Maryam