LombokPost- Kehadiran Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 3 Mataram kini menjadi angin segar bagi masyarakat yang memiliki Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di wilayah Sekarbela dan sekitarnya.
Sekolah ini hadir untuk memfasilitasi ABK agar dapat bersekolah dengan nyaman dan tanpa rasa malu, mencakup jenjang pendidikan mulai dari TKLB, SDLB, SMPLB, hingga SMALB.
Kepala SLBN 3 Mataram Muryanto mengatakan, sekolah ini siap menampung berbagai jenis ketunaan. Saat ini, siswa yang terdaftar di sekolah ini meliputi penyandang tuna netra, grahita, rungu, daksa, dan autis.
"Kami ada 19 rombongan belajar (rombel) dari jenjang TKLB sampai SMALB," ujar Muryanto, Rabu lalu (1/10).
Meski antusiasme masyarakat cukup tinggi, SLBN 3 Mataram menghadapi tantangan serius terkait kekurangan tenaga pengajar.
Saat ini, tercatat ada 89 siswa di Dapodik, namun jumlah guru sangat terbatas yakni hanya 7 orang yang statusnya Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk kepala sekolah.
“Jadi kami di sini kekurangan guru,” kata Muryanto.
Keterbatasan ini menjadi perhatian utama, mengingat sekolah ini menjadi pilihan banyak orang tua setelah pengalaman pahit di sekolah umum.
Sebelumnya, banyak ABK memilih bersekolah di sekolah umum, namun sayangnya mereka seringkali menjadi korban bullying.
"Sejauh ini ABK banyak yang masuk sekolah umum. Namun kerap mereka jadi korban bullying. Sehingga masyarakat kini banyak yang menyekolahkan anaknya ke SLBN 3 Mataram," jelas Muryanto.
Dengan bersekolah di SLBN 3 Mataram kata Muryanto, siswa ABK dapat merasa aman dan nyaman.
“Kalau di sini (SLBN 3 Mataram) mereka tidak akan malu,” ucap Muryanto.
Lebih lanjut, Muryanto menegaskan, hadirnya SLBN 3 Mataram untuk memastikan bahwa tidak ada alasan bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk tidak belajar, menjamin hak pendidikan yang layak bagi semua anak.
Editor : Siti Aeny Maryam