LombokPost- SMPN 17 Mataram menambah mesin pencacah sampah plastik sebagai bentuk komitmen memanfaatkan limbah menjadi barang bernilai.
Sampah yang terkumpul di lingkungan sekolah kini tidak lagi dianggap sekadar limbah, melainkan diolah menjadi paving block untuk pembangunan taman sekolah.
Kepala SMPN 17 Mataram Hartati Panca Mardikawati menjelaskan, program ini merupakan implementasi Gerakan Sekolah Sehat (GSS) yang sudah berjalan di sekolah.
“Program GSS akan terus berkelanjutan di sekolah. Kami ingin siswa terbiasa menjaga lingkungan dan memanfaatkan sampah plastik menjadi sesuatu yang berguna,” ujar Hartati, Kamis lalu (2/10).
Program GSS menekankan pembiasaan 5S, yakni sehat gizi, sehat fisik, sehat imunisasi, sehat jiwa, dan sehat lingkungan.
Hartati menegaskan, pembiasaan itu diharapkan tidak hanya berhenti di sekolah.
Tetapi juga bisa diterapkan siswa di lingkungan tempat tinggalnya.
Untuk mendukung program ini, sekolah sudah menyiapkan mesin pengolahan sampah plastik menjadi paving block.
Bahkan, sekolah menambah tiga unit mesin pencacah sampah guna mengolah sampah plastik.
“Sekarang fokusnya mengolah sampah plastik menjadi paving block agar siswa paham bahwa menjaga lingkungan bisa sekaligus memberi manfaat nyata,” pungkasnya. (*)
Editor : Kimda Farida