LombokPost--Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat (KKN PMD) Universitas Mataram (Unram) berhasil mengadakan sosialisasi dan pelatihan pembuatan cocopeat sebagai media tanam alternatif yang ramah lingkungan.
Kegiatan yang digelar di Kantor Desa Korleko Selatan pada Minggu (1/2) ini bertujuan meningkatkan nilai ekonomi dari limbah sabut kelapa yang selama ini kurang dimanfaatkan.
Kelima mahasiswa KKN Unram — Muhammad Samdya Aripansy, Sania Salsabila Mardita, Lokia Lusiana, Imam Hidayatullah, dan Fina Meliana — tidak hanya menjelaskan potensi cocopeat sebagai media tanam dengan daya serap air tinggi, tetapi juga menekankan aspek kewirausahaan.
Mereka memaparkan estimasi nilai ekonomi dari pengolahan sabut kelapa menjadi produk bernilai jual, yang dapat membuka peluang usaha rumah tangga baru bagi warga.
Pelatihan dikemas dengan demonstrasi praktik langsung, mulai dari penghancuran sabut kelapa menggunakan alat parut sederhana, pengayakan, hingga pencampuran media tanam dengan formulasi ideal.
Baca Juga: Tanpa Pengumuman, Saldo Bansos Tiba-tiba Masuk! PKH-BPNT Tahap 1 Sudah Cair
"Kami mengenalkan formulasi campuran dengan perbandingan 40 persen cocopeat, 30 persen pupuk kompos, dan 30 persen tanah. Komposisi ini efektif untuk menjaga kelembapan dan nutrisi tanaman," jelas Imam Hidayatullah, salah satu mahasiswa KKN Unram, dalam sesi demonstrasi.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari berbagai elemen masyarakat Desa Korleko Selatan, termasuk pemuda, ibu rumah tangga, staf desa, dan tokoh masyarakat.
Menariknya, acara ini juga menjadi ajang kolaborasi antar-desa, dengan dihadiri oleh mahasiswa KKN dari desa sekitar sebagai peserta, sehingga diharapkan dapat memperluas penyebaran teknologi tepat guna pengolahan limbah kelapa di wilayah Lombok.
Baca Juga: Royalti Musik di Ruang Publik: Pemerintah Tegaskan Tidak Bebani Publik atau Harga Jasa
Melalui program ini, tim KKN PMD Unram berharap masyarakat dapat mandiri memproduksi media tanam berkualitas sekaligus melihat peluang bisnis berbasis limbah lokal. Inisiatif ini sejalan dengan upaya pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.