LombokPost- Kurban SMPN 21 Mataram tahun ini kembali menunjukkan kepedulian nyata. Melalui program kurban SMPN 21 Mataram, dua ekor sapi berhasil disiapkan untuk dibagikan kepada ratusan penerima. Kurban ini tidak hanya menjadi ibadah, tetapi juga sarana edukasi berbagi bagi siswa sejak dini.
Plt Kepala SMPN 21 Mataram Rohana Helmi menjelaskan, hewan kurban berasal dari swadaya penuh tenaga pendidik. Sapi pertama merupakan hasil gotong royong guru PPPK, sementara sapi kedua berasal dari guru PNS dan staf sekolah. Sinergi ini menjadi kekuatan dalam menyukseskan kurban di sekolah.
Tidak hanya guru, siswa juga dilibatkan dalam kepanitiaan kurban. Setiap siswa secara sukarela menyumbang Rp 25 ribu sebagai bentuk pembelajaran karakter. Menurut Rohana, kurban menjadi media edukasi penting agar siswa memahami makna berbagi dan keikhlasan sejak dini.
Baca Juga: Hapus Plt Kepala Sekolah Dipercepat, Kemendikdasmen Target Semua Definitif
“Setelah diberikan pemahaman, mereka mengerti bahwa ini bukan sekadar sedekah, tetapi belajar berkurban,” jelasnya.
Daging kurban rencananya akan dikemas menjadi 150 hingga 200 paket. Paket kurban akan disalurkan kepada siswa yatim piatu serta masyarakat sekitar Lingkungan Batu Ringgit, Karang Pule, Baru Mandiri, dan Karang Seme.
Selain berbagi, kurban juga menjadi momen mempererat kebersamaan. Sebagian daging akan dimasak bersama dan dinikmati oleh warga sekolah. Kegiatan ini memperkuat nilai gotong royong yang menjadi ciri khas kurban.
Baca Juga: BNN Mataram Bentuk Saka Pramuka Anti Narkoba, Perkuat Pencegahan di Sekolah
“Momen kurban tidak hanya memberi manfaat sosial, tetapi juga menanamkan nilai empati dan kepedulian,” pungkasnya.
Editor : Pujo Nugroho