Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

LP3IK UMMAT Gelar Baitul Arqam Ormawa, Teguhkan Ideologi Kader sebagai Penggerak Dakwah Kampus

Akbar Sirinawa • Kamis, 14 Mei 2026 | 17:43 WIB
Baitul Arqam Ormawa yang digelar LP3IK UMMAT
Baitul Arqam Ormawa yang digelar LP3IK UMMAT

 

LombokPost-Lembaga Pengkajian, Pengembangan, dan Pengamalan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LP3IK) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menggelar Baitul Arqam Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa). Kegiatan mengusung tema “Internalisasi Ideologi Pengurus ORMAWA sebagai Penggerak Dakwah Kampus UMMAT” itu berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis, 13–14 Mei 2026, di Gedung BGTK NTB.

Sebanyak 55 peserta mengikuti kegiatan itu. Mereka berasal dari berbagai organisasi kemahasiswaan di lingkungan UMMAT. Mulai dari BEM, DPM, BEM fakultas, hingga 10 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

Melalui kegiatan itu, pengurus Ormawa diharapkan mampu memperkuat pemahaman ideologi Muhammadiyah. Selain itu, meneguhkan komitmen dakwah serta menjadi teladan dalam membangun budaya kampus Islami dan berkemajuan.

Baca Juga: UMMAT Luncurkan Program Inkubasi Bisnis 2026 Bersama Baznas NTB

Ketua Panitia Penyelenggara Muhamad Sahril mengatakan, Baitul Arqam Ormawa menjadi salah satu program prioritas LP3IK dalam pembinaan kader mahasiswa. Sahril yang juga Ketua Divisi Dakwah dan Kaderisasi LP3IK UMMAT menilai pengurus Ormawa memiliki posisi strategis sebagai penggerak aktivitas mahasiswa.

“Program ini bertujuan agar mahasiswa di tingkat Ormawa mampu menginternalisasi ideologi Muhammadiyah. Nilai-nilai itu perlu tertanam dalam seluruh unsur organisasi, baik UKM, BEM, maupun DPM. Dengan begitu, pengurus Ormawa tidak hanya aktif secara kelembagaan, tetapi juga memiliki arah gerakan yang selaras dengan dakwah kampus dan nilai-nilai Persyarikatan Muhammadiyah,” katanya.

Kepala LP3IK UMMAT Dr. Muhammad Anugrah Arifin mengatakan, Baitul Arqam Ormawa menjadi ruang penting untuk memperkuat kesadaran keislaman, kemuhammadiyahan, serta tanggung jawab moral mahasiswa.

Menurut dia, aktivitas mahasiswa dalam berdiskusi, berpikir kritis, mengkritisi persoalan kampus, hingga terlibat langsung di lapangan merupakan hal positif selama tetap berpijak pada nilai-nilai Islam.

Baca Juga: Prestasi Nasional, Mahasiswa UMMAT Sabet Perunggu di Kompetisi Menulis Esai

Ia menilai mahasiswa juga membutuhkan ruang khusus untuk memperdalam pemahaman agama dan menguatkan ideologi di tengah padatnya aktivitas akademik maupun organisasi.

“Dalam Al-Qur’an, Allah SWT mengingatkan agar tidak semua orang berangkat ke medan perjuangan, tetapi harus ada sebagian yang memperdalam pemahaman agama. Karena itu, Baitul Arqam ini menjadi ruang khusus bagi para pengurus Ormawa untuk kembali belajar, memperkuat pemahaman, dan meneguhkan peran mereka sebagai kader dakwah di kampus,” jelasnya.

Anugrah menegaskan peserta Baitul Arqam Ormawa bukan berarti belum memahami akidah atau nilai-nilai keislaman. Menurutnya, pengurus Ormawa justru membutuhkan pembinaan lebih spesifik karena memiliki tanggung jawab besar dalam menggerakkan organisasi dan membangun iklim kampus.

“Rekan-rekan Ormawa adalah aktor penting dalam kehidupan kampus. Karena itu, mereka perlu mendapatkan ruang penguatan yang lebih khusus agar benar-benar mampu menjadi agen dakwah Islam dan Muhammadiyah, khususnya di lingkungan Universitas Muhammadiyah Mataram,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan agar Baitul Arqam Ormawa tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Kegiatan itu harus melahirkan Rencana Tindak Lanjut (RTL) agar nilai-nilai yang diperoleh dapat diterapkan dalam program kerja organisasi dan kehidupan mahasiswa sehari-hari.

Sementara itu, Rektor UMMAT yang diwakili Wakil Rektor IV UMMAT Dr. TGH. Zaenudin mengatakan, penguatan spiritual dan ideologi menjadi kebutuhan penting bagi generasi muda, terutama mahasiswa.

Baca Juga: UMMAT Lepas 41 Mahasiswa KKN PPS Angkatan II 2026, Perkuat Dakwah dan Pengembangan Persyarikatan

Menurut dia, berbagai fenomena sosial saat ini menunjukkan pentingnya pendidikan karakter, penguatan iman, dan pembinaan spiritual berkelanjutan.

“Mahasiswa Muhammadiyah harus memiliki fondasi keislaman yang kokoh. Sebagai bagian dari perguruan tinggi Muhammadiyah, mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga harus memiliki akhlak, keimanan, kepedulian sosial, dan pemahaman terhadap tujuan Persyarikatan,” ujarnya.

Zaenudin menjelaskan mahasiswa UMMAT sebelumnya telah mendapatkan pembinaan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), termasuk melalui Baitul Arqam Mahasiswa (BAMA). Namun, pengurus Ormawa dinilai perlu memperoleh penguatan lanjutan karena memiliki peran strategis sebagai pemimpin mahasiswa.

“Mahasiswa sudah mendapatkan pembinaan AIK, termasuk Baitul Arqam Mahasiswa. Namun, pengurus Ormawa perlu mendapatkan penguatan lanjutan agar mereka mampu menjadi teladan, penggerak, dan penyambung nilai-nilai dakwah di lingkungan kampus,” jelasnya.

Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMMAT yang diwakili Bendahara BPH Drs. Ardi Syamsuri, juga memberikan amanat kepada peserta. Ia mengatakan Baitul Arqam Ormawa menjadi kegiatan penting dalam pembinaan kader dan penguatan nilai tauhid.

Menurut dia, seluruh peserta merupakan kader pilihan yang dipersiapkan menjadi bagian dari Persyarikatan Muhammadiyah. Namun, proses pembinaan harus dijalani dengan sungguh-sungguh agar mampu menjadi kader militan.

Baca Juga: UMMAT Gelar Wisuda ke-62, Tegaskan Komitmen Cetak SDM Unggul di Era Industri 5.0

“Para peserta adalah orang-orang pilihan yang disiapkan untuk menjadi kader. Untuk menjadi kader yang militan, tentu dibutuhkan proses. Kita sebagai manusia sering lupa, maka perlu terus-menerus diingatkan. Dalam QS. Ar-Rahman, Allah mengulang berkali-kali kalimat fabi ayyi ālā’i rabbikumā tukażżibān, maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan. Ini menjadi pengingat bahwa pembinaan harus terus dilakukan,” pesannya.

Ardi menegaskan ideologi, terutama berkaitan dengan tauhid, menjadi fondasi utama bagi seorang kader. Menurutnya, fondasi itu menentukan cara berpikir, sikap, dan arah gerakan mahasiswa.

“Yang pertama harus tertanam dalam diri kita adalah ideologi, terutama yang berkaitan dengan tauhid. Jika fondasi itu kuat, maka kader akan memiliki arah gerakan yang jelas dan tidak mudah goyah,” tegasnya.

Melalui kegiatan itu, LP3IK UMMAT berharap lahir kader mahasiswa yang tidak hanya cakap mengelola organisasi, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual, integritas moral, wawasan kemuhammadiyahan, dan komitmen kuat menggerakkan dakwah kampus.

Baitul Arqam Ormawa juga menjadi bagian dari ikhtiar UMMAT membangun ekosistem kampus Islami dan berkemajuan. Pengurus Ormawa ditempatkan sebagai mitra strategis dalam menyebarkan nilai keteladanan dan dakwah Muhammadiyah di lingkungan mahasiswa.

Editor : Akbar Sirinawa
#baitul arqam ormawa #lp3ik ummat #Mahasiswa #ummat #Universitas Muhammadiyah Mataram