Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ruang Guru SMAN 1 Lingsar Ambruk, Polisi Pasang Garis di Tiga Titik Rawan

Jay • Selasa, 9 Juni 2026 | 14:41 WIB
AMBRUK: Ruang guru SMAN 1 Lingsar ambruk pada Minggu dini hari (7/6). Gedung ini dibangun melalui proyek DAK tahun 2006.
AMBRUK: Ruang guru SMAN 1 Lingsar ambruk pada Minggu dini hari (7/6). Gedung ini dibangun melalui proyek DAK tahun 2006.

LombokPost- Ruang guru SMAN 1 Lingsar ambruk setelah mengalami kerusakan yang diduga dipicu gempa kecil beberapa pekan lalu.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu dini hari (7/6) dan memunculkan kekhawatiran karena sejumlah bangunan lain di lingkungan sekolah juga menunjukkan tanda-tanda kerusakan.

Plt Kepala SMAN 1 Lingsar Efendi Agung Wijaksana mengatakan, gejala kerusakan mulai terlihat tidak lama setelah gempa mengguncang wilayah itu.

Awalnya, plafon bangunan mengalami retakan yang terus membesar dari hari ke hari.

Bangunan yang kini ambruk merupakan ruang guru yang sebelumnya difungsikan sebagai ruang kelas. 

Baca Juga: Hampir Gagal Kuliah karena Gugur KIP Kuliah, Deswita Dapat Dukungan Langsung dari Dirjen Dikti dan Rektor Unram

“Setelah gempa, plafon mulai retak. Memasuki hari ketiga, kayu usuk terlihat turun dan melengkung. Kondisinya semakin mengkhawatirkan,” ujarnya.

Melihat kondisi bangunan yang terus memburuk, pihak sekolah langsung melakukan langkah antisipasi.

Sejumlah barang elektronik seperti televisi dan pendingin ruangan (AC) dipindahkan ke lokasi yang lebih aman untuk menghindari kerugian lebih besar apabila bangunan roboh.

Sekolah juga memasang pembatas menggunakan tali rafia untuk mencegah aktivitas di sekitar area berbahaya.

Namun, upaya itu sempat terkendala karena pembatas yang dipasang justru dilepas sejumlah orang yang melintas.

Baca Juga: Pendidikan Anak Pesisir NTB Masih Tertinggal, 73 Ribu Anak Tak Sekolah

”Kami sudah memberi tanda agar tidak ada yang melintas di bawah bangunan. Tapi sempat ada yang membuka pembatas tersebut,” katanya.

Kekhawatiran pihak sekolah akhirnya menjadi kenyataan. Ruang guru SMAN 1 Lingsar ambruk pada Minggu dini hari setelah konstruksi bangunan terus melemah akibat kerusakan pascagempa.

”Masuk hari Minggu bangunan itu roboh,” ungkap Agung.

Baca Juga: SPMB Kota Mataram 2026 Dibuka 22 Juni, Jalur Prestasi SMP Dapat Kuota 25 Persen

Tidak lama setelah menerima laporan, aparat kepolisian turun ke lokasi dan memasang garis polisi di tiga titik yang dianggap rawan.

Langkah itu untuk mengantisipasi kemungkinan bangunan ambruk susulan yang dapat membahayakan guru, siswa, maupun masyarakat sekitar.

Agung menjelaskan, gedung yang roboh merupakan bangunan DAK tahun 2006 yang dikerjakan secara swakelola.

Namun, yang lebih mengkhawatirkan, di area yang sama masih terdapat bangunan lain yang dibangun pada tahun 1999 dan kini kondisinya juga mulai mengalami penurunan kualitas struktur.

Menurut dia, bangunan lama itu menunjukkan sejumlah kerusakan dan berpotensi mengalami nasib serupa apabila tidak segera mendapat penanganan maupun rehabilitasi.

Baca Juga: Duta Anti Bullying NTB Ajak Siswa Berani Tegur Pelaku Perundungan

 ”Kami sebenarnya sudah berencana mengusulkan rehabilitasi gedung pada tahun 2026. Namun sebelum direalisasikan, bangunan ini sudah lebih dulu ambruk,” katanya.

Saat ini, pihak sekolah meminta seluruh guru, tenaga kependidikan, dan siswa meningkatkan kewaspadaan.

Gedung yang telah ditandai aparat kepolisian diminta dikosongkan sementara hingga pemeriksaan lebih lanjut terhadap kondisi bangunan dilakukan. 

Editor : Kimda Farida
#Ruang guru SMAN 1 Lingsar ambruk #Bangunan SMAN 1 Lingsar #Garis polisi SMAN 1 Lingsar #Roboh susulan #SMAN 1 Lingsar