Tidak hanya itu, pengadaan dan pemenuhan logistik juga menjadi hal utama yang mesti mendapatkan pengawasn ekstra.
Dalam rangka itu, Bawaslu NTB menggelar kegiatan peningkatan kapasitas SDM dalam mengawasi pengadaan, pemenuhan dan distribusi logistik.
“Jadi hari ini kami menggelar peningkatan kapasitas untuk jajaran SDMO dan staf Bawaslu 10 Kabupaten/Kota,” kata Kordiv SDM, Organisasi dan Diklat Bawaslu NTB Syaifuddin pada Lombok Post.
Baca Juga: Satgas Sampah Sungai Kota Mataram Tak Diberikan Libur, Debit Air Sungai Masih Aman
Dalam kegiatan yang digelar selama tiga hari di Hotel Aston Inn, Kota Mataram tersebut, Syaifuddin menegaskan salah satu yang disoroti saat ini adalah kondisi cuaca.
Sebab pengawasan terhadap logistik Pilkada NTB 2024 dilakukan sejak dari tahap percetakan, pendistribusian, sampai dengan dengan nanti logistik ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Dalam kegiatan tersebut, salah satu titik tekan Bawaslu NTB pada jajarang di 10 Kabupaten/Kota upaya pemetaan potensi persoalan.
Terutama pada saat distribusi logistik dari gudang ke masing-masing TPS.
Baca Juga: Ketika Gen Z Mengekspresikan Pikirannya tentang Pilkada Serentak (1)
Berkaca pada sejumlah temuan persoalan di Pemilu 2024, juga Pilkada 2020, kata Syaifuddin ada beberapa catatan yang mesti menjadi modal awal jajarannya untuk lebih ekstra dalam melakukan pengawasan.
Hal itu berupa adanya surat dan kotak suara basah karena terguyur hujan saat dikirim dari gudang logistik ke TPS.
“Ya, seperti kejadian di Sembalun, hampir satu truk yang basah kuyup di Pemilu lalu. Jangan sampai terjadi lagi. Karena amanat undang-undang sudah sangat jelas. Salah satu tugas Bawaslu memastikan pengawasan saat di gudang sampai pendistribusian ke TPS," tegasnya.
Baca Juga: Bawaslu Kota Mataram Awasi Kampanye di Media Massa
Selain itu, ketepatan waktu pendistribusian logistik juga menjadi salah satu catatan penting yang mesti diperhatikan oleh jajaan pengawas.
“H-1 logistik sudah harus ada di TPS,’ pungkasnya.
Sementara itu, Komisioner KPU NTB Agus Hilman mengatakan telah mengantisipasi kondisi cuaca dalam tahapan Pilkada NTB serentak 2024.
Karena Pilkada NTB tahun ini jatuh di musim penghujan, maka beberapa hal terkait kondisi cuaca ekstrim sudah diantisipasi.
“Kita sudah mengingatkan semua jajarang untuk melakukan mitigasi. Ini untuk semua. Terutama mengantisipasi hujan di saat pendistribusian atau pun hari pemilihan nanti,” kata Agus. (tih/r2)
Editor : Kimda Farida