LombokPost – Musyawarah Daerah (Musda) DPD Hanura NTB ke-IV menjadi ajang pengukuhan bagi Ahmad Dahlan.
Anggota DPRD NTB itu kembali terpilih secara aklamasi untuk memimpin Hanura periode 2025-2030.
Dahlan ditetapkan sebagai ketua definitif dalam rapat pleno yang berlangsung singkat.
Sebelumnya pemilik suara dari unsur DPP, DPD Hanura NTB dan DPC se-NTB menggelar musyawarah mufakat.
Forum sepakat meminta Dahlan untuk memimpin Hanura NTB untuk kedua kalinya.
"Terima kepada semua kader Hanura NTB. Khususnya para pemilik suara yang kembali mempercayakan saya untuk menahkodai partai ini lima tahun ke depan," kata Ahmad Dahlan kepada wartawan usai penutupan Musda Hanura di Ballroom Hotel Lombok Raya, Selasa (24/6).
Momen itu dihadiri sejumlah tokoh partai. Seperti Wakil Ketua Umum DPP Hanura Patrice Rio Capella, Koordinator Wilayah Bali, NTB dan NTT Brigjen TNI (Purn) Manofarianto dan Wakil Sekjen DPP Hanura Prajanto.
Dahlan optimistis bisa membawa partai nomor urut 10 itu lebih baik lagi. Khususnya di Pemilu 2029. Dahlan berjanji akan bekerja keras untuk mengerek jumlah kursi di parlemen. Baik DPRD kabupaten/kota, DPRD Provinsi NTB dan DPR RI.
"Ukuran yang paling konkret dengan menaikkan jumlah kursi di legislatif," ujar Dahlan.
Untuk DPRD kabupaten/kota, contohnya, saat ini Hanura masih memiliki 9 kursi. Nah, dalam kepemimpinannya nanti, dia ingin mengereknya menjadi 20-an kursi. Semua DPRD kabupaten/kota harus terisi. Tidak seperti saat ini masih kosong di tiga daerah.
Yaitu Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dan Kabupaten Lombok Utara (KLU). "Pada 2029 semua harus dapat DPRD. Kami sudah siapkan kader kader potensial dan menggaet tokoh-tokoh masyarakat sebagai vote getter," tegasnya.
Target tinggi juga ditetapkan untuk DPRD NTB. Pada 2029 ditarget menjadi lima kursi dari saat ini hanya satu kursi. "Ini target yang cukup realistis," imbuhnya.
Untuk meraih target itu, pihaknya akan mengaktifkan konsolidasi partai.
Setelah turun SK kepengurusan dari DPP, Dahlan akan langsung tancap gas melakukan konsolidasi internal. Di antaranya menggeber pelaksanaan musyawarah cabang (muscab) di kabupaten/kota.
"Muscab akan kami selesaikan antara Oktober sampai Desember nanti. Setelah itu dilanjutkan dengan musyawarah anak cabang di tingkat kecamatan," tandasnya.
Sementara itu, DPP juga memberikan pekerjaan rumah (PR) untuk menyumbang kursi DPR RI dari dapil NTB. Tapi dalam dua kali pemilu, yaitu Pemilu 2019 dan Pemilu 2024, Hanura tidak berhasil mengirimkan kader untuk mengisi kursi parlemen. "Hanura pernah punya sejarah memiliki anggota DPR RI dari dapil NTB. Jadi ini bukan sesuatu yang baru," kata Wakil Ketua Umum DPP Hanura Patrice Rio Capella.
Nah, salah satu strategi untuk membesarkan partai dengan melakukan naturalisasi politik. Pihaknya tidak segan-segan untuk membidik kader partai lain yang punya potensi pindah ke Hanura. "PSSI punya strategi membentuk skuad timnas dengan naturalisasi. Maka Hanura mungkin juga akan melakukan naturalisasi politik," papar mantan Ketua Umum Nasdem itu disambut tepuk tangan hadirin. (mar/r2)
Editor : Siti Aeny Maryam