Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB melalui Balai Pemeliharaan Jalan Pulau Lombok terus mengebut pekerjaan. Sebab hujan kerap mengguyur di siang hari.
"Kendala utama karena hujan," kata Kasim, pelaksana proyek, Selasa (2/12).
Pihaknya akan melakukan pengaspalan jika tidak hujan. Seperti yang terlihat di ruas Desa Batunyala, Kecamatan Praya Tengah, Selasa siang.
Pekerja terus melakukan pengaspalan. Hamparan hot mix diratakan dengan alat berat berupa tandem roller.
"Mumpung tidak hujan. Jadi siang ini kami kebut," tuturnya.
Kepala Balai Pemeliharaan Jalan Pulau Lombok Kusnadi mengatakan pihaknya mengebut perbaikan jalan ruas Praya-Keruak.
Persisnya di STA 3+850 sampai dengan STA 12+400 atau dari Batunyala-Sengkerang, Lombok Tengah. Total panjang mencapai 8,55 kilometer. "Saya kira sudah bisa selesai pekan ini," kata Kusnadi.
Disampaikan, perbaikan saat ini melanjutkan penanganan yang sudah di tangani sebelumnya pada APBD 2025.
Disampaikan, pekerjaan saat ini berasal dari alokasi Perubahan APBD (P-APBD) 2025. Total anggarannya Rp 320 juta yang bersumber dari alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
"Kami hanya dapat tambahan untuk melanjutkan sisa yang belum dikerjakan di APBD murni," ujar Kusnadi.
Sekretaris Komisi IV DPRD NTB Hasbullah Muis Konco mengingatkan Dinas PUPR untuk bekerja maksimal memperbaiki infrastruktur jalan provinsi.
Apalagi saat ini sudah memasuki musim hujan. Air hujan yang menggenang membuat timbunan material bekas galian menjadi becek.
"Ini harus diantisipasi. Karena rawan kecelakaan lalu lintas," ujar Konco.
Di sisi lain, timbunan bekas galian membuat badan jalan menjadi lebih sempit. Ia meminta petugas untuk stand by untuk memastikan keamanan para pengguna jalan. Apalagi saat turun hujan.
"Dalam kondisi begini serba repot. Kalau cuaca panas jadi berdebu. Tapi kalau hujan jalan jadi becek. Maka kami minta PUPR untuk mempercepat pengaspalan," imbuh Konco.
Sebelumnya, ruas Praya-Keruak sudah dikerjakan hingga awal Oktober lalu. Total anggarannya Rp 1,95 miliar yang dikerjakan dari STA 12+400 sampai dengan 24+110.
Persisnya dari Keruak ke arah Sengkerang. Artinya seluruh wilayah Lombok Timur sudah tertangani. Tapi sebagian masih menyisakan kerusakan di wilayah Lombok Tengah.
Bukan hanya ruas jalan di Pulau Lombok. DPRD juga mewanti-wanti pekerjaan infrastruktur di Pulau Sumbawa. Sebab medan di sana lebih sulit dan terjal.
Salah satu yang jadi perhatian dewan adalah proyek infrastruktur jalan long segment ruas Lenangguar-Lunyuk di Kabupaten Sumbawa.
Proyek senilai Rp 19 miliar itu terus dikebut penyelesaiannya. Namun ironisnya, hingga kini progres pekerjaan yang digarap PT Amar Jaya Pratama (AJP) itu belum maksimal.
"Saya dengar capaian belum maksimal karena terkendala cuaca," ungkap Konco.
Padahal proyek dengan pagu Rp 19 miliar lebih itu merupakan poros vital yang menjadi urat nadi perekonomian wilayah Selatan Kabupaten Sumbawa.
Proyek yang bersumber dari APBD NTB tahun anggaran 2025 diharapkan selesai tepat waktu agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
"Ini pelajaran soal tata kelola pelaksanaan proyek. Karena pekerjaan selalu dikerjakan akhir tahun anggaran. Padahal ini sudah masuk musim hujan," cetus politisi PAN itu.
Editor : Siti Aeny Maryam