"Lombok Post adalah mitra strategis Bawaslu. Kami sangat terbantu dengan publikasi secara luas ke masyarakat," kata Itratip.
Baca Juga: DPRD NTB: Kantor Bawaslu Harus Representatif
Kunjungan juga dihadiri tiga komisioner lainnya. Yaitu Hasan Basri, Suhardi, dan Umar Achmad Seth. Sedangkan dari redaksi hadir langsung Pemimpin Redaksi Lombok Post Jony Marthadinata dan Wakil Pemimpin Redaksi Zulhakim.
Itratip menyampaikan bahwa Lombok Post sebagai media terbesar di NTB sangat membantu kerja-kerja pengawasan pemilu dan pilkada yang dilakukan Bawaslu. Khususnya selama masa-masa krusial tahapan pemilu.
"Pemberitaan dari Lombok Post langsung diketahui masyarakat secara luas dan masif. Ini sangat efektif mengedukasi publik," paparnya.
Baca Juga: Hadapi Tahapan Pemilu, Bawaslu NTB Mulai Aktifkan Pengawasan Partisipatif
Nah, kemitraan dan hubungan baik itu harus terus terjalin. Meski saat ini tahapan pemilu maupun pilkada belum dimulai, tapi literasi dan pendidikan politik tetap terus digencarkan untuk meningkatkan kesadaran politik kepada masyarakat.
"Media massa seperti Lombok Post memiliki peran krusial dalam menentukan arah demokrasi, khususnya dalam memberikan kesadaran politik kepada masyarakat," ujar Itratip.
Menurutnya, demokrasi yang kuat dan sehat tidak lahir secara instan. Tapi terbentuk dari kultur masyarakat yang kritis. Juga memiliki kepedulian terhadap proses demokrasi itu sendiri.
Baca Juga: Tahapan Pemilu 2029 Makin Dekat, Bawaslu NTB Tagih Kantor Baru
Nah, koran yang notabene adalah media mainstream memiliki peran penting dalam membangun persepsi publik yg positif tentang politik.
"Media punya peran penting dalam membangun sikap kritis publik sehingga terlibat dalam menyuarakan demokrasi yang sehat di NTB," imbuhnya.
Saat ini, sambung Itratip, Bawaslu NTB tengah berupaya meningkatkan kesadaran demokrasi di kalangan generasi muda. Itu dilakukan melalui kegiatan edukasi pengawasan partisipatif khususnya di kalangan pelajar di sekolah-sekolah.
Ini dilakukan melalui program Bawaslu Mengajar ke SMA/SMK.
Para komisioner mendatangi sekolah-sekolah secara bergantian. Ini menjadi bagian dari komitmen Bawaslu dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak dini kepada pelajar.
"Karena siswa ini kan calon pemilih pemula di 2029. Sehingga sekarang kita punya kepentingan untuk menyiapkan mereka sebagai pemilih cerdas," pungkas pria asal Bayan, KLU itu.
Komisioner Bawaslu NTB lainnya Umar Achmad Seth menambahkan pada masa non tahapan saat ini pihaknya berusah mendekat ke simpul-simpul pemilih. Terutama kepada kelompok pemilih muda.
Baca Juga: Gandeng Perguruan Tinggi, Bawaslu NTB Aktifkan Pengawasan Partisipatif
"Apalagi kondisi di NTB ini kan mayoritas pemilih dari kalangan anak muda," ujar Umar.
Data terakhir di NTB, jelas dia, dari total pemilih sebanyak 4.137.734 orang, 60,47 persen di antaranya adalah pemilih dari kalangan muda. Mereka berasal dari kalangan milenial dan Gen Z. Sehingga pihaknya terus aktif mendatangi sekolah dan kampus untuk membangun diskusi tentang kepemiluan.
Disampaikan, ledakan demografi ini menempatkan Gen Z yang tumbuh di era digital sebagai penentu arah kebijakan bangsa ke depan.
Tapi ia memperingatkan bahwa tanpa kualitas literasi politik yang memadai, mereka rentan menjadi objek mobilisasi suara, bukan subjek demokrasi yang kritis.
Baca Juga: Bawaslu NTB dan PWI Kolaborasi Ciptakan Demokrasi Berkualitas
"Maka inilah urgensi dari kunjungan hari ini ke Lombok Post sebagai sentra informasi publik. Karena kami tidak cukup mampu mempublikasikan kegiatan-kegiatan tanpa melibatkan media massa," pungkas Umar.
Terkait kunjungan ini Pemred Lombok Post Jony Martadinata menyambut baik inisiasi dari Bawaslu.
Menurutnya kedepan Lombok Post akan terus mengambil peran dalam memperkuat literasi politik di NTB. Sehingga iklim demokrasi Bumi Gora semakin tumbuh dan terjaga.
“Semoga Kerjasama antara Lombok Post dan Bawaslu NTB yang telah terbangun dengan baik selama ini terus terjalin,” sambungnya. (mar/r2)
Editor : Kimda Farida