Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Berkah MotoGP Makin Dirasakan Masyarakat, Pemkab Loteng Berharap Keberlanjutan

Lestari Dewi • Selasa, 1 Oktober 2024 | 20:41 WIB
SUKSES DIGELAR: Tenda-tenda UMKM melengkapi gelaran MotoGP Mandalika 2024. (IVAN/Lombok Post)
SUKSES DIGELAR: Tenda-tenda UMKM melengkapi gelaran MotoGP Mandalika 2024. (IVAN/Lombok Post)

LombokPost-MotoGP Mandalika 2024 sukses digelar di Indonesia. Pemerintah daerah (Pemda) Loteng pun ambil bagian dalam ajang ini.

Mulai dari kebersihan, pemasangan baliho, penerangan jalan umum hingga memastikan kondisi lahan perbukitan bebas dari aksi warga bakar lahan.

’Alhamdulillah ajang ini sukses digelar, berjalan lancar,” ucap Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Loteng Abdul Aziz pada wartawan, Senin (30/9).

Ajang balap yang digelar selama tiga hari ini, diakui Pj Bupati memiliki efek berganda bagi masyarakat.

Untuk hitungan makro ini, kata dia, nanti ada pihak Badan Pusat Statistik (BPS) NTB yang menghitung angka pasti.

Namun secara mikro, dapat dilihat berapa banyak pelaku usaha mikro kecil menengah UMKM) ambil bagian usaha lokal.

“Seperti kuliner, suvenir lokal se-NTB yang ikut ambil bagian,” sebut Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) NTB ini.

Menyinggung berapa besaran yang akan diperoleh pemda Loteng dari ajang ini, Pj Bupati belum bisa memastikan.

Satu sisi pihak penyelenggara masih menghitung perputaran uang.

Meski demikian, pihaknya mengetahui ada bagian pajak yang akan masuk ke Loteng sebesar 10 persen dari keuntungan penyelenggaraan MotoGP ini.

Aziz menuturkan, Bapenda Loteng pernah melaporkan ada target perolehan pajak sebesar Rp 7 miliar dari MotoGP.

Namun di luar ini, pemda tidak ingin hanya melihat kontribusi 10 persen perolehan pajak ini saja.

”Tetapi keberlanjutan MotoGP yang bisa berlangsung seterusnya, bukan dua tiga tahun lantas berhenti,” ujarnya Pj Bupati.

Sekarang tugas pemda Loteng, sambungnya, bagaimana agar penyelenggaraan MotoGP tahun-tahun berikutnya semakin baik serta meriah.

Termasuk meningkatnya angka kunjungan dan lama menginap wisatawan mancanegara di KEK Mandalika.

”Komitmen kami ya berkontribusi dulu dengan bagaimana menjaga aset ini sehingga bisa digunakan pada ajang internasional lainnya yang diharapkan dampaknya kian meluas,” tukas Pj Bupati.

Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Nusantara Jaya Priandhi Satria mengatakan, lebih dari 121.252 pengunjung menyaksikan ajang bergengsi balapan internasional ini.

Dasar perhitungannya, dari total keseluruhan tiket yang dikeluarkan 134 ribu terpantau sebanyak 121 ribu lebih tiket terjual.

”Namun kami belum memilah kategori mana saja yang lebih banyak. Ini akan kami hitung dari mereka (penonton, red) yang membeli tiket,” sambungnya.

MotoGP Mandalika yang sudah tiga kali digelar menunjukkan antusiasme pengunjung meningkat tiap tahunnya. Pada MotoGP tahun 2022 dihadiri 102.801 pengunjung, sedangkan pada MotoGP 2023 tercatat dihadiri 102.929.

“Sedangkan MotoGP Tahun ini dihadiri 121.252 pengunjung atau penonton,” tegas Priandhi.

Menanggapi adanya beberapa tribun yang kosong lantaran tidak ada tiket yang laku, dibantah tegas Priandhi.

Kata dia, ada beberapa zona yang sengaja ditutup dan dialihkan ke zona yang lebih besar agar lebih dekat menonton.

“Namun ada penonton yang kembali karena ingin menonton secara pribadi,” jelas Andhi.

Dari hasil evaluasi balapan, kata dia, secara teknikal ada peningkatan dibanding tahun lalu.

Bahkan mendapat apresiasi Dorna Sports karena mampu mengalihkan tenaga ahli dari yang awalnya asing menjadi nasional.

Kemudian, beralih dari nasional menjadi dominan tenaga kerja lokal.

”Tahun depan diupayakan seluruhnya adalah 100 persen tenaga kerja lokal asal NTB,” tegas Andhi.

Apresiasi Dorna juga terlihat dari sisi kesiapan logistik yang sudah bagus. Dibanding tahun lalu ketika lima kontainer logistik yang diterima berproses lambat.

Kini, pihaknya bisa lebih cepat dari Bandara Lombok ke Sirkuit Mandalika hingga depan garasi atau paddock yang hanya lima jam.

”Dorna sendiri juga bingung saking cepatnya, artinya berbagai kementerian dan lembaga turut serta bahu membahu,” sebutnya. (ewi/r11)

Editor : Kimda Farida
#MotoGP #Loteng