Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Komisi II DPRD Lombok Tengah Cek Kondisi Hortipark dan SIHT

Lestari Dewi • Jumat, 17 April 2026 | 08:26 WIB
Jajaran Komisi II DPRD Lombok Tengah berkunjung langsung melihat kondisi gedung Sentra Industri Hasil Tembakau (SIHT) di Desa Barabali, Batukliang, Lombok Tengah, Rabu (15/4). (Ferdi/Lombok Post)
Jajaran Komisi II DPRD Lombok Tengah berkunjung langsung melihat kondisi gedung Sentra Industri Hasil Tembakau (SIHT) di Desa Barabali, Batukliang, Lombok Tengah, Rabu (15/4). (Ferdi/Lombok Post)

 

LombokPost-DPRD Lombok Tengah (Loteng) melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap dua proyek strategis daerah, yakni Hortipark di Desa Karang Sidemen dan SIHT di Desa Barabali. Kunjungan ini untuk memastikan pengembangan kedua proyek berjalan sesuai rencana.

Kunjungan ini tidak sekadar seremonial. Dewan turut membawa jajaran dinas teknis, mulai dari Dinas Pertanian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, hingga Dinas Pariwisata untuk membahas potensi yang belum tergarap maksimal.

Di Hortipark Dusun Persil, Desa Karang Sidemen, Ferdian melihat ada potensi ekonomi yang bisa dikembangkan secara terintegrasi. Selain kopi Telapen, kawasan ini memiliki kakao, buah-buahan, hingga wisata Danau Biru dan Taman Hutan Raya. 

Baca Juga: Bupati Minta Nakes Bersabar, Soal Honor Nakes Rp 200 Ribu per Bulan

“Kami berdiskusi langsung dengan kepala desa, tokoh masyarakat, hingga WALHI. Intinya, kita ingin potensi alam ini dikonsepkan secara terintegrasi. Kalau ini dikelola dengan benar, bukan hanya ekonomi masyarakat yang bergerak, tapi bisa menjadi sumber PAD yang signifikan bagi daerah,” tegas Ketua Komisi II DPRD Loteng Ferdian Elmansyah kepada Lombok Post, Kamis (16/4).

Usai dari Karang Sidemen, rombongan bergeser ke Desa Barabali untuk mengecek kesiapan operasional SIHT. Fasilitas yang diharapkan menjadi motor industri tembakau lokal ini terpantau sudah siap secara infrastruktur dan peralatan.

Ferdian mengungkapkan, operasional SIHT tinggal menunggu izin dari otoritas terkait. “Kondisi bangunan dan peralatan sudah sangat siap. Sekarang tinggal menunggu izin dari Bea Cukai,” jelasnya.

Baca Juga: Nakes Lombok Tengah Protes Honor Rp 200 Ribu

Ia menyebut sudah ada tiga perusahaan yang siap masuk ke SIHT Barabali. Hal ini diperkirakan berdampak pada penyerapan tenaga kerja di wilayah Batukliang dan sekitarnya.

“Informasi yang kami terima, akan ada penyerapan puluhan tenaga kerja lokal. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak Kanwil Bea Cukai NTB agar proses izin ini segera tuntas,” pungkas Ferdian.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Loteng Lalu Setiawan menjelaskan, infrastruktur utama SIHT telah rampung dan siap digunakan. Saat ini fokus penyelesaian hanya pada fasilitas penunjang.

Bangunan utama dan hanggar produksi sudah 100 persen selesai. Saat ini masih dalam tahap akhir pembangunan musala di area kompleks SIHT.

“Kami ingin memastikan bahwa ketika perusahaan mulai masuk dan tenaga kerja terserap, fasilitas dasar untuk beribadah sudah tersedia dengan layak,” jelasnya.

Baca Juga: Musrenbang RKPD 2027, DPRD Lombok Tengah Serap 2.942 Usulan Warga

Ia menambahkan, penyelesaian fasilitas penunjang berjalan beriringan dengan proses perizinan. Diharapkan saat izin operasional dari Bea Cukai terbit, seluruh fasilitas sudah siap digunakan. 

Editor : Akbar Sirinawa
#hortipark #Sentra Industri Hasil Tembakau #Lombok Tengah #DPRD Lombok Tengah #Disperindag