Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Jelang MotoGP, 289 PJU Bypass Masih Padam, Dishub Loteng Sebut BPJN Tidak Ada Anggaran Pemeliharaan

Lestari Dewi • Sabtu, 18 Juli 2026 | 08:57 WIB
Salah satu boks panel PJU yang dicuri oknum di jalan bypass BIL-Mandalika, Lombok Tengah, beberapa waktu lalu. Dikabarkan PJU sepanjang jalan ini tidak akan diperbaiki BPJN karena ketiadaan anggaran pemeliharaan.
Salah satu boks panel PJU yang dicuri oknum di jalan bypass BIL-Mandalika, Lombok Tengah, beberapa waktu lalu. Dikabarkan PJU sepanjang jalan ini tidak akan diperbaiki BPJN karena ketiadaan anggaran pemeliharaan.

 

LombokPost - Sebanyak 289 lampu penerangan jalan umum (PJU) di 189 titik sepanjang jalur bypass Bandara Internasional Lombok (BIL) hingga Bundaran Songgong Mandalika masih padam. Menjelang perhelatan MotoGP, pemerintah pusat belum dapat memperbaiki fasilitas vital itu karena tidak memiliki anggaran pemeliharaan.

Pemkab Lombok Tengah (Loteng) juga tidak dapat mengintervensi perbaikan. Selain keterbatasan anggaran daerah, status ratusan PJU itu masih menjadi aset pemerintah pusat.

“Statusnya masih aset pusat, di bawah kewenangan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kementerian Pekerjaan Umum,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Loteng Baiq Sri Damayanti W kepada koran ini, Jumat (17/7).

Baca Juga: Hasil Validasi Sementara Titik PJU, Tagihan yang Disetor Dishub Loteng Turun Rp 300 Juta

Maraknya pencurian kabel dan komponen listrik menyebabkan ratusan PJU padam. Hasil pemeriksaan lapangan menunjukkan boks panel PJU hampir kosong. Oknum tak bertanggung jawab menjarah meteran listrik, MCU, hingga kabel instalasi.

Dishub Loteng telah berkoordinasi dengan BPJN mengenai masalah itu. Namun, BPJN menyatakan tidak memiliki alokasi anggaran pemeliharaan tahun ini.

“BPJN hanya memiliki anggaran untuk pembangunan jalan dan PJU baru, sedangkan untuk pemeliharaan tidak ada,” jelasnya.

Baca Juga: Dampingi Menteri KKP di Bilelando, Wabup Loteng Optimis KNMP Jadi Penguat Ekonomi Pesisir

Masalah itu juga menghambat proses serah terima aset. Awalnya, BPJN berencana menyerahkan aset PJU kepada Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kementerian Perhubungan. Rencana itu batal karena lampu jalan rusak dan padam setelah pencurian berulang.

Sebagai solusi, BPJN berencana menghibahkan aset PJU langsung kepada Pemkab Loteng. Dengan demikian, daerah dapat menangani perawatannya. Meski begitu, Pemkab Loteng meminta proses hibah ditunda hingga tahun depan.

“Jika dihibahkan tahun ini, kami khawatir tidak bisa langsung diperbaiki karena anggaran pemeliharaan tahun ini sudah dialokasikan ke wilayah lain,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Loteng M Nursiah berharap perbaikan ratusan lampu itu tuntas sebelum MotoGP Mandalika 2026. Pemkab masih menunggu kepastian hibah PJU dari BPJN.

“Jika benar (aset) akan diberikan, maka daerah segera menyesuaikan pada pemeliharaan berikutnya untuk dianggarkan,” kata Nursiah.

Baca Juga: Pemkab Loteng Usulkan Perbaikan Sembilan Jembatan ke BNPB

Nursiah menyebut rencana penyerahan aset masih perlu dibahas kembali. Langkah itu diperlukan untuk mengoordinasikan tindakan antarinstansi. Pemkab Loteng juga telah melaporkan kondisi terkini ratusan lampu jalan yang padam.

Ia juga meminta pengawasan ketat terhadap PJU yang masih berfungsi di sepanjang jalur bypass. “Agar pemanfaatannya bisa terus dirasakan para pengendara,” pungkasnya.

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
Wakil Bupati Lombok Tengah Dishub Loteng BPJN PJU Mati bypass bil - mandalika