Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Narkoba Musuh Utama Pelajar, BNN KSB: Dibutuhkan Peran Guru dan Orang Tua

Galih Mega Putra S • Rabu, 27 Desember 2023 | 16:30 WIB
JUMPA PERS: Kepala BNN KSB AKBP Yuanita Amelia Sari saat menggelar konferensi pers, akhir pekan lalu.(FARUK/LOMBOK POST)
JUMPA PERS: Kepala BNN KSB AKBP Yuanita Amelia Sari saat menggelar konferensi pers, akhir pekan lalu.(FARUK/LOMBOK POST)
LombokPost-Angka penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) masuk kategori kritis. Hal ini perlu menjadi perhatian semua kalangan. 
 
Data Badan Narkotika Nasional (BNN) KSB sejak Januari hingga Desember tahun 2023, dari 1.731 orang yang menjalani tes urine, ada 24 orang positif narkoba. Dari jumlah itu, 11 orang di antaranya berstatus sebagai pelajar SMP dan SMA. 
 
‘’Kami telah melaksanakan deteksi dini dengan melaksanakan tes urine di 26 SMP dan 19 SMA. Hasilnya 11 orang usia pelajar positif narkoba,’’ jelas Kepala BNN KSB AKBP Yuanita Amelia Sari dalam konferensi pers akhir tahun di Kantor BNN KSB, akhir pekan lalu. 
 
Jumlah ini diakuinya menurun dibanding tahun 2022 sebanyak 23 orang pelajar. ‘’Fakta ini menjadi peringatan untuk kita semua, bahwa bahaya narkoba ini juga sudah menyasar dunia pendidikan,’’ katanya. 
 
Hasil penelusuran BNN KSB, narkoba yang dikonsumsi para pelajar ini didapat dari luar lingkungan sekolah. Mereka terjebak setelah sebelumnya hanya mencoba-coba, kemudian menjadi ketagihan. ‘’Satu orang bahkan terpaksa dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mataram untuk mendapat rehabilitasi karena tingkat ketergantungannya tinggi,’’ paparnya. 
 
Selama tahun 2023 ini, BNN mencatat terdapat 50 orang menjalani rehabilitasi narkoba. Angka ini menurun dibanding tahun 2022 lalu sebanyak 51 orang. ‘’Kelompok usia 15 sampai 20 tahun cukup mendominasi, data kita ada sekitar 11 orang. Narkoba paling banyak dikonsumsi adalah jenis sabu-sabu sebanyak 45 kasus,’’ urainya. 
 
Baca Juga: Bupati KSB Kembali Tekankan Netralitas ASN di Pemilu 2024
 
Yuanita mengaku, BNN sangat serius menindaklanjuti temuan itu. Para pelajar yang terpapar langsung diberikan konseling dan menjalani rehabilitasi untuk menghilangkan ketergantungan mereka terhadap barang haram tersebut. Upaya tindak lanjut lainnya dilaksanakan secara maksimal lewat program sosialiasi Pencegahan Pemberantasan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang melibatkan guru dan para siswa.
 
‘’Para guru juga harus dipastikan bebas narkoba. Dari kalangan siswa sendiri dibentuk kader anti narkoba. Saat ini BNNK telah membentuk kader anti narkoba di SMA Negeri 1 dan SMP Negeri 1 Taliwang,’’ akunya. 
 
Dia mengatakan, banyak kendala yang dihadapi dalam upaya pemberantasan narkoba di lingkungan sekolah dan kalangan pelajar. ‘’Menghilangkan 100 persen memang tidak bisa, tapi minimal kita bisa mengintervensi untuk meminimalisir jumlah pelajar yang terpapar dan tidak bertambah lebih banyak,’’ janjinya.
 
Di samping melibatkan guru dan para siswa, perang terhadap narkoba di kalangan siswa juga melibatkan pihak keluarga. Pihak pelajar yang terpapar, orang tua atau keluarganya juga diikutsertakan dalam kegiatan konseling di BNN.
 
‘’Orang tua sangat penting memiliki pengetahuan tentang bagaimana upaya agar anak kita tidak lagi memakai narkoba. Terutama dalam pengawasan pergaulan anak di lingkungan tempat tinggal dan lingkungan sekitar,’’ harapnya. 
 
Di sisi lain, untuk memaksimalkan peran masyarakat, BNN bersama Bakesbangpol KSB telah membentuk Desa Bersinar. Tahun 2023 ini tercatat telah terbentuk sebanyak 15 Desa/Kelurahan Bersinar di KSB yang berjalan beriringan dengan program ketahanan keluarga anti narkoba berbasis sumber daya pembangunan desa.
 
‘’Untuk pemberantasan BNN berkolaborasi dengan kepolisian dalam pelaksanaan razia di tempat hiburan, dan pengungkapan sejumlah kasus penyalahgunaan narkotika di masyarakat,’’ tambahnya. (far/r8)
 
Editor : Kimda Farida
#KSB #BNN #Narkoba