Sarjono menuturkan, hujan lebat mulai turun pukul 14.00 Wita, dan tak berhenti sampai sore. Dua dusun yang tergenang air merupakan kiriman dari dataran tinggi.
Kata Jono, Dusun Ambengan dan Mandar terletak di paling ujung dan berada di posisi lebih rendah. Sementara kedatangan air tak diimbangi dengan drainase atau saluran pembuangan di lingkungan tersebut.
Di dua dusun tersebut, tidak semua rumah warga terdampak. Hanya puluhan rumah yang posisinya berada di dataran rendah yang terendam banjir. “Di Mandar ada 10 rumah, di Ambengan 40 rumah. Ketinggian air 0 sampai 1 meter,” jelasnya.
Ia menerangkan, akibat dari banjir tersebut, beberapa barang-barang elektronik warga mengalami kerusakan. Sarjono menaksir, rata-rata kerugian warga mencapai puluhan juta. “Itu di satu rumah. Kalikan 10 rumah,” ujarnya.
Kasi Evakuasi dan Penyelamatan Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lotim L Masri Habibullah menerangkan, pihaknya cukup kesulitan menangani genangan air tersebut. Berdasarkan assessment sementara, salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah dengan mengalihkan air yang datang di pintu air Paokpampang.
“Selain berupaya menghentikan debit air yang datang, kami juga meminta menurunkan armada damkar untuk menyedot air,” jelas Habib. (tih/r8) Editor : Administrator