Kepala Bapenda Lotim Muksin menggaris bawahi adanya peningkatan target yang ditetapkan pada APBD Perubahan 2022. Kendati hal tersebut tidak mengubah persentase capaian secara signifikan, namun jika dibandingkan dengan tahun 2021, capaian PAD saat ini tidak mengalami penurunan signifikan.
“Hal yang saya garis bawahi juga, di tahun 2021, ada capaian PAD dari rumah sakit dan dinas kesehatan yang jauh di atas seratus persen,” kata Muksin.
Pada APBD 2023 induk, target PAD hampir sama dengan target APBD induk 2022 sebesar Rp 440,887 miliar lebih. Menurut Muksin, target di tahun mendatang mendorongnya untuk meningkatkan capaian bersama OPD penghasil PAD. “Insya Allah di tahun 2023 kita akan lebih baik,” katanya.
Mengenai upaya pencapaian dalam satu bulan terakhir, Muksin menargetkan setidaknya capaian tersebut mencapai 75 persen. Hal itu ada kemungkinan dapat dicapai melihat progres yang terus dilakukan sampai saat ini.
Ia juga melihat potensi peningkatan capaian dengan menerapkan sistem digitalisasi. Ke depan, hal itu akan terus coba dilakukan. “Ya, kita juga akan berupaya untuk tidak lagi melakukan penarikan pajak secara manual. OPD penghasil PAD juga sudah banyak yang mulai menerapkan digitalisasi ini,” terangnya. (tih/r5) Editor : Rury Anjas Andita