Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

HKTI Lotim Minta Serap Hasil Petani Lokal Untuk Menu MBG

Supardi/Bapak Qila • Jumat, 4 Juli 2025 | 17:21 WIB
Seorang siswa salah satu SD di Lombok Timur saat menikmati makanan bergizi gratis (MBG).
Seorang siswa salah satu SD di Lombok Timur saat menikmati makanan bergizi gratis (MBG).

LombokPost - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya menyehatkan siswa, tapi juga membuka peluang ekonomi bagi petani lokal. Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Lombok Timur (Lotim) mendorong agar dapur sehat MBG menyerap hasil pertanian warga sebagai bahan pangan utama.

“Beberapa kecamatan di Lotim, seperti Kecamatan Suralaga dan Wanasaba, menjadi lumbung pangan, khususnya sayur-mayur. Untuk itu kami harap dapur-dapur MBG dapat menyerap hasil tani langsung dari petani kita,” terang Ketua HKTI Lotim Muallani, Kamis (3/7).

Selain sayur-mayur, Lotim juga dikenal sebagai sentra bahan pokok lain seperti telur, ikan, daging, dan padi. Bahkan Lotim menjadi salah satu daerah pemasok kebutuhan pangan bagi wilayah lain di NTB dan luar daerah.

Melihat potensi sektor pertanian, peternakan, dan perikanan yang dimiliki, Muallani optimistis kebutuhan pangan untuk 100 dapur sehat yang direncanakan pemerintah dapat terpenuhi dari petani lokal.

“Yang sudah beroperasi saat ini sekitar 18 dapur sehat. Kalaupun nanti 100 dapur itu beroperasi serentak, InsyaAllah petani dan peternak kita siap memenuhi kebutuhannya,” imbuhnya.

Program MBG diharapkan berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi petani, peternak, dan nelayan setempat. Apalagi produksi sayursayuran di Lotim sangat melimpah dan berkualitas.

DapurBaca Juga:  Dapur MBG Sayang-Sayang Dibongkar, Tujuan Mulia Diikuti dengan Kepatuhan pada Aturan

Anggota DPRD Lotim dari Partai Gerindra ini menyebut, HKTI telah mengundang Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meninjau ketersediaan pangan dan kualitas hasil pertanian di Lotim sebagai bahan baku MBG.

Kunjungan tersebut juga sekaligus untuk memverifikasi dapur-dapur sehat yang siap beroperasi. Pasalnya, presiden telah menginstruksikan percepatan pembangunan dapur sehat di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Dandim 1615/Lotim Letkol Inf Bayu Sigit Dwi Untoro menyebut, belum semua sekolah di 21 kecamatan terlayani program MBG karena keterbatasan jumlah dapur sehat.

“Tapi dapur ini akan terus bertambah. Karena program ini merupakan program presiden yang menyasar semua sekolah mulai dari TK hingga SMK, bahkan juga akan menyasar ibu hamil,” katanya.

Saat ini dapur sehat tersebar di sembilan titik di delapan kecamatan, yakni satu dapur di Kecamatan Selong, Suralaga, Masbagik, Aikmel, Pringgasela, Labuhan Haji, Sembalun, dan dua unit di Kecamatan Sakra.

Satu dapur sehat dirancang untuk melayani 3 ribu siswa. Setiap kecamatan diperkirakan membutuhkan 4-5 dapur MBG agar semua sekolah dapat terlayani maksimal.

“Total siswa yang sudah menerima manfaat MBG di Lotim sebanyak 31.444 siswa,” tutupnya. (par/r7)

Editor : Pujo Nugroho
#Prabowo Subianto #Mbg #HKTI #dapur sehat #Lotim