Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Puluhan Keluarga PMI di Desa Borok Toyang Diberikan Pelatihan UMKM

Supardi/Bapak Qila • Selasa, 15 Juli 2025 | 18:02 WIB
Puluhan keluarga PMI di Desa Borok Toyang, Kecamatan Sakra Barat saat mengikuti pelatihan UMKM.
Puluhan keluarga PMI di Desa Borok Toyang, Kecamatan Sakra Barat saat mengikuti pelatihan UMKM.

LombokPost - Sebanyak 25 orang keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Desa Borok Toyang, Kecamatan Sakra Barat, Lombok Timur (Lotim) di berikan pelatihan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). 

Pelatihan ini berikan oleh Yayasan Advokasi Buruh Migran Indonesia (ADBMI), Lembaga Sosial Desa (LSD) Borok Toyang, serta didukung oleh mahasiswa Kuliah Kerja Partisipatif (KKP) dari UIN Mataram.

"Kegiatannya dilakukan di rumah warga setempat yang diikuti oleh peserta dari delapan dusun di Desa Borok Toyang," terang Fauzan pendamping lapangan ABMI, Selasa (15/7).

Pelatihan ini bertujuan untuk mendorong keluarga PMI agar dapat memulai usaha kecil secara mandiri di kampung halaman. Terutama setelah anggota keluarga mereka kembali dari bekerja di luar negeri.

Para peserta tidak hanya dibekali inspirasi, tetapi juga keterampilan praktis, seperti cara menemukan ide bisnis yang sesuai dengan kondisi lokal, strategi pemasaran sederhana namun efektif, hingga teknik dasar pengelolaan keuangan rumah tangga. 

"Pelatihan dipandu langsung oleh tiga fasilitator lulusan Training of Trainers (ToT) ADBMI yang telah berpengalaman memberikan materi secara komunikatif dan partisipatif," katanya.

Keberadaan Mahasiswa KKP yang ikut mendampingi peserta, memperkuat pendekatan berbasis komunitas. Kolaborasi ini disebut menjadi bukti bahwa sinergi antara lembaga advokasi, organisasi lokal, dan dunia pendidikan, mampu menciptakan program pemberdayaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Kami ingin keluarga PMI tidak hanya menjadi penerima remitansi, tapi juga pelaku ekonomi mandiri yang bisa menentukan masa depan mereka sendiri,” jelas Fauzan.

Kata dia, beberapa peserta pelatihan telah menyusun rencana konkret untuk memulai usaha, seperti produksi makanan olahan, jasa menjahit, atau kerajinan rumah tangga. 

Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal dan strategis dalam menciptakan kemandirian ekonomi berkelanjutan di tingkat desa. Pelatihan ini juga diharapkan dapat membuka jalan bagi transformasi sosial-ekonomi yang lebih luas di kalangan keluarga PMI di Lotim. (par/r7)

Editor : Pujo Nugroho
#UMKM #PMI #Lotim #Lombok Timur