LombokPost-Video siswi SMPN 1 Terara viral di media sosial. Dalam video itu, yang merekam dua siswa, mengejek menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan pada Kamis (9/10), sambil mengucapkan kata-kata kotor dan tidak pantas.
Kepala Unit PPA Lotim Juliyani menyampaikan, setelah video tersebut viral, kondisi psikologis para siswi menjadi terganggu dan merasa tertekan. Karena itu, pihaknya akan memberikan pendampingan psikologis kepada mereka.
“Makanya kita akan dampingi mereka sampai betul-betul membaik,” terang Juliyani, Jumat (10/10).
Kepala Sekolah SMPN 1 Terara Muhammad Zaini mengatakan, kejadian tersebut di luar kendali sekolah. Pihaknya akan menjadikan kasus ini sebagai bahan evaluasi agar lebih baik ke depan.
“Untuk mencegah adanya bullying, kita akan memberikan pemahaman kepada siswa-siswi lain, sekiranya anak tersebut masih bisa sekolah di sini (SMPN 1 Terara),” katanya.
Namun jika para siswi itu tidak berkenan melanjutkan sekolah di SMPN 1 Terara, pihak sekolah bersama Komite, UPT, dan pihak terkait akan mencarikan sekolah lain.
Sebab, kata dia, banyak siswa lain merasa kecewa dengan perilaku tersebut yang dianggap mencoreng nama baik sekolah. Meski begitu, pihak sekolah tidak bisa mengeluarkan para siswi dari sekolah.
“Kita akan tindak lanjuti dan kita akan bawa ke ranah hukum. Karena ini sudah mengorbankan anak dan mencoreng nama sekolah. Ada indikasi pelanggaran hukum di sana, mereka bisa kena undang-undang ITE,” tutupnya. (par/r7
Editor : Jelo Sangaji