Lombokpost-Pembangunan jembatan penghubung Kecamatan Masbagik dan Kecamatan Pringgasela yang putus akibat diterjang hujan lebat beberapa Minggu lalu, hingga saat ini tidak kunjung perbaiki.
Padahal beberapa hari setelah jembatan tersebut putus, Bupati Lombok Timur (Lotim) berjanji untuk segera diperbaiki.
Bupati Lotim Haerul Warisin menyampaikan terkait jembatan Lendang Nangka Utara tersebut awalnya akan dikerjakan oleh Pemkab Lotim.
Bahkan anggaran untuk perbaikannya sudah dipersiapkan oleh Pemkab Lotim sekitar Rp 1 miliar.
“Begitu jembatannya putus saya turun cek kondisinya. Dan saat itu saya minta Kalak BPBD untuk segara diperbaiki hari itu juga, bahkan kita minta supaya agak diperbesar, dan sudah kita siapkan anggarannya,” jelas Bupati Lotim Haerul Warisin saat buka bersama dengan Media di pendopo Bupati, Jumat (13/3).
Baca Juga: Pembangunan Jembatan Sementara Desa Perigi Dipercepat
Akan tetapi pembangunan Jembatan tersebut diakui saat ini tidak bisa dikerjakan Pemkab Lotim, sebab Pemprov NTB telah meminta kepada Pemkab Lotim agar penanganan jembatan ditangani oleh Pemprov langsung.
Ia meminta masyarakat untuk tidak menyalahkan Pemkab Lotim, karena Jembatan tersebut sampai saat ini belum dibangun. Namun ia berharap agar masyarakat bisa bersabar dulu dan berkoordinasi dengan Provinsi.
“Jadi bukan salah kita kalau jembatannya belum dibangun. Silahkan tanya ke Pemprov karena dia yang ambil alih, itu tanggung jawabnya karena dia yang minta,” jelasnya.
Baca Juga: Bupati Lotim Minta Program 2027 Tepat Sasaran, Jembatan Putus Jadi Prioritas
Dalam kesempatan itu, ia menyinggung media memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah. Ia juga mengapresiasi peran jurnalis Lotim, yang telah menjalankan tugas jurnalistik secara profesional dan berimbang.
Diharapkan jurnalis Lotim terus komitmen untuk menyampaikan berita-berita sesuai kondisi di lapangan. Ia juga berharap agar jurnalis bisa mengawal kebijakan pemerintah supaya tepat sasaran.
“Contohnya pemberitaan jembatan Lendang Nangka Utara, kalau memang belum dikerjakan, siahkan beritakan belum di kerjakan. Kalau salah, silahkan beritakan salah,” tegasnya.
Baca Juga: Jembatan Gawah Malang Putus!
Sementara itu, salah seorang warga Kecamatan Pringgasela Husmini berharap agar pemerintah dapat mempercepat pembangunan jembatan penghubung Kecamatan Masbagik dan Kecamatan Pringgasela, yang ada di Desa Lendang Nangka Utara tersebut, karena cukup mengganggu aktivitas warga.
“Takut lewat dari jembatan sementara. Apa lagi hanya dibuat dari bambu dan papan, takutnya jembatan tiba-tiba ambruk,” terang Husmini salah satunya seorang pedagang asal Dusun Banok, Desa Jurit Baru.
Husmini menyebut semenjak jembatan tersebut putus, ia cukup kesulitan dan setiap hari ia harus berkeliling melalui jalur lebih jauh untuk menjajakan dagangannya. Sebelum jembatan rusak, jalur tersebut diakui menjadi akses tercepat dan paling efisien.
Baca Juga: Jembatan Gawah Malang yang Putus Akan Dibangun Minggu ini
Keberadaan jembatan sementara diakui cukup membantu, hanya saja ia khawatir dengan kondisi jembatan. Terlebih ia membawa gerobak sayur yang besarnya pas-pasan dengan jembatan.
“Beberapa kali barang dagangan saya jatuh karena tersangkut di bambu. Karena besar jembatan sama dengan besar Jembatan,” Ujarnya. (par)
Editor : Kimda Farida