LombokPost-BPJS Kesehatan Cabang Selong melanjutkan kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lombok Timur (Lotim). Kerja sama itu mencakup pembayaran iuran BPJS Kesehatan bagi 1.000 warga miskin melalui skema sharing.
“Kami sampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas inisiatif Baznas Lotim untuk memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin di Lotim,” terang Kepala BPJS Kesehatan Cabang Selong Adrika Wendy, Kamis (16/7).
Menurut dia, kolaborasi ini menjadi bentuk nyata optimalisasi dana sosial keagamaan di Baznas. Dana itu menyentuh aspek paling mendasar dari kesejahteraan masyarakat, salah satunya pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat miskin.
Baca Juga: Layanan BPJS Kesehatan Jangkau Penduduk Daerah 3T
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) ini juga menjadi bentuk komitmen daerah dalam mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) yang inklusif. Kerja sama itu sekaligus meringankan beban pemda di tengah efisiensi anggaran. Caranya dengan mengalokasikan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat.
“Yang dibayarkan ini masyarakat kategori miskin ekstrem sebanyak 1.000 orang, yang belum tercover program Jaminan Kesehatan,” katanya.
Ketua Baznas Lotim Muhammad Kamli menyampaikan, pada kerja sama sebelumnya Baznas menanggung 1.021 orang. Namun, jumlah itu berkurang karena perubahan ekonomi atau desil masyarakat.
Baca Juga: Status UHC BPJS Kesehatan Lobar Terdampak Penonaktifan JKN-PBI Pusat
“Pada kerja sama sebelumnya itu, dari seribu lebih yang kita bayarkan, tersisa sekitar 600 orang. Karena perubahan ekonomi masyarakat. Tapi pada PKS ini kita mulai dari awal lagi. Artinya sebanyak seribu orang kembali kita bayarkan iurannya,” katanya.
Peralihan masyarakat menjadi peserta mandiri salah satunya dipengaruhi berbagai program pemerintah, terutama program pemberdayaan. Program itu berdampak terhadap perekonomian masyarakat.
Selain BPJS Kesehatan, Baznas Lotim juga telah membayarkan iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi lebih dari 4.000 guru ngaji dan marbot masjid. Program itu mencakup jaminan kecelakaan kerja dan masa tua.
Baca Juga: BPJS Kesehatan dan Pemkab Lotim Perpanjang Kerja Sama
“Selain itu kami juga sudah membayarkan iuran BPJS Ketenagakerjaan 1.000 guru honor yang ada di swasta,” tutupnya.
Kepala Dinas Sosial Lotim Siti Aminah menyampaikan, Baznas Lotim menjadi mitra strategis Pemkab Lotim dalam memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat. Perlindungan sosial menjadi salah satu visi dan misi Lotim.
“Di sinilah pemerintah hadir melalui Baznas untuk menyelenggarakan salah satu Misi Lotim untuk memberikan perlindungan sosial bagi masyarakatnya,” katanya.
Baca Juga: Daftarkan 650 Warga Miskin JKN-KIS, Kades Senggigi Dipuji BPJS Kesehatan Pusat
Menurut dia, saat ini banyak laporan dari masyarakat terkait kepesertaan yang dinonaktifkan pemerintah pusat. Kondisi itu akan menjadi beban pemerintah daerah. Kehadiran Baznas dalam membayarkan iuran BPJS Kesehatan masyarakat sangat membantu meringankan beban Pemkab Lotim.
“Ini patut kita apresiasi kinerja dan pembiayaan yang dilakukan oleh Baznas Lotim,” katanya.
Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post