Mukti menjelaskan, enam atlet asal Mataram tersebut terdiri dari empat atlet putra dan dua atlet putri. Mereka adalah juara pertama dalam Porprov XI/2023 lalu. ”Kita targetkan semua lolos. Rata-rata mereka punya kemampuan, tinggal kondisi lapangan. Semoga mereka mempunyai mental yang tangguh,” katanya.
Empat atlet putra yang diturunkan adalah Jimmy Aditya Akbar di nomor kumite kelas -55 kilogram putra. Lalu Muhammad Aazwin di nomor kumite kelas -60 kilogram putra. Sandy Ardian putra di nomor kumite kelas -61 kilogram. Serta Ahmad Sukriadi di nomor kumite kelas -75 kilogram.
Sementara dua atlet putri yang berebut tiket PON adalah Syakira Athiya di nomor kumite kelas -50 kilogram. Serta Abdira Nadirasi di nomor kumite kelas -55 kilogram. ”Kami minta doa dari masyarakat Mataram agar mereka bisa lolos ke PON 2024,” katanya.
Terpisah, Ketua KONI Mataram Firadz Pariska mengatakan KONI memberikan dukungan penuh kepada seluruh cabor di Pra-PON. Pihaknya memberi dukungan berupa bantuan uang saku kepada atlet-atlet yang mengikuti Pra-PON. ”Sebagian besar cabor yang Pra-PON sudah kita berikan bantuan. Ini wujud kepedulian kami kepada atlet Mataram,” tuturnya.
Firadz menjelaskan, cabor yang sudah mendapatkan bantuan dari KONI Mataram untuk Pra-PON terdiri dari renang, atletik, selam, menembak, petanque, sepak takraw, bridge, tinju, tenis meja, tenis lapangan, sepatu roda, bulutangkis, kurash, kempo, tarung derajat, muaythai, karate, dan triathlon. ”Beberapa cabor sudah berhasil meloloskan atlet. Termasuk atlet asal Mataram juga,” pungkasnya. (puj/r12)
Editor : Redaksi Lombok Post