LombokPost - Coco Gauff, petenis Amerika dengan peringkat tertinggi, kembali ke Cincinnati Open 2025 dengan tekad besar.
Setelah mencatatkan banyak prestasi gemilang, termasuk kemenangan Roland Garros dan AS Terbuka, Gauff bersemangat untuk menghadapi tantangan berikutnya di hadapan penggemar tuan rumah.
Turnamen Cincinnati 2023 memiliki kenangan manis baginya, setelah menjadi juara wanita termuda sepanjang sejarah dan mengalahkan Iga Swiatek yang saat itu berada di peringkat nomor 1 dunia.
"Anda hanya ingin memberikan segalanya di sepanjang tahun ini," kata Gauff pada wawancara di Cincinnati dilansir dari cincinnatiopen.com.
"Rasanya seperti saya menekan tombol nitro dan mengerahkan segalanya. Anda hanya berada di lapangan dan Anda seperti, 'Saya hanya ingin memberikan segalanya’," sambungnya.
Gauff, yang saat ini menduduki peringkat kedua dunia, memimpin generasi baru petenis wanita Amerika bersama Jessica Pegula, Madison Keys, dan Amanda Anisimova.
Keempatnya berada di jajaran 10 besar WTA, menjadikan AS sebagai negara dengan dominasi besar dalam tenis putri.
Bicara tentang persaingan, Gauff dengan rendah hati mengomentari. "Kompetisinya tidak terlalu sengit, tanpa bermaksud menyinggung (para petenis putra). Kami meraih empat gelar Grand Slam berturut-turut dengan seorang petenis Amerika di final, jadi saya pikir kami bermain cukup baik, mereka harus mengejar!," tegasnya.
Visi Gauff untuk masa depan cukup optimistis. Ia berharap suatu hari nanti ada seorang wanita Amerika dan pria Amerika yang memenangkan Grand Slam yang sama.
Ia mengenang momen di AS Terbuka 2023, ketika Taylor Fritz dan Pegula mencapai final, dan berharap ada keajaiban yang sama di turnamen tahun ini.
"Semoga saja di AS Terbuka ini, keajaiban bisa terjadi," kata Gauff dengan penuh harapan.
Setelah meraih banyak sukses, termasuk gelar di Roland Garros, Gauff kembali ke Cincinnati dengan motivasi tinggi.
Kemenangan di Cincinnati 2023 memberi Gauff keyakinan besar bahwa ia mampu menaklukkan para pemain top dunia, dan kini ia siap melanjutkan perjalanan tersebut.
"Saya pikir itu sangat penting karena memberi saya keyakinan bahwa saya bisa memenangkan Grand Slam," kenang Gauff.
Kemenangan di Cincinnati 2023 menjadi batu loncatan bagi Gauff, dan saat ini ia bertekad untuk kembali meraih momentum kemenangan setelah beberapa kekalahan mengejutkan di Wimbledon dan Montreal.
Meski begitu, latihan keras dan semangatnya tetap menyala untuk menghadapi tantangan di Cincinnati dan AS Terbuka mendatang.
"Turnamen ini sangat berarti bagi saya," tambah Gauff. "Saya merasa ini adalah kesempatan untuk melanjutkan perjalanan hebat saya," pungkasnya.
Dengan bye di babak pertama, Gauff siap memulai turnamen Cincinnati Open 2025 dan menghadapi petenis-petenis dunia terbaik dengan penuh semangat.
Editor : Rury Anjas Andita