LombokPost - Massimiliano Allegri menerapkan pola brilian di AC Milan.
Saat timnya tidak dalam posisi penguasaan bola atau out possession, jarak antara lini AC Milan sangat sempit.
Dari lini belakang, lini tengah dan lini depan AC Milan sangat padat.
Pola itu ternyata membuat lawan kesulitan menemukan ruang, bahkan ketika lawan yang dihadapi AC Milan sekelas Napoli sekali pun.
Dengan struktur seperti ini, AC Milan menjadi tim yang paling sedikit menerima serangan berbahaya dari lawan.
Strategi brilian itu diimbangi para pemain berkualitas AC Milan semisal Luka Modric.
Luka Modric adalah maestro yang mengeliminasi tekanan Napoli, yang turun ke dalam dan melebarkan sayap AC Milan.
Namun dibalik pemain dengan visi brilian semisal Luka Modric, senjata utama AC Milan adalah ruang dan kecepatan.
Tekanan yang dibangun Napoli runtuh dalam transisi cepat dan mematikan AC Milan.
Baca Juga: Setelah Bantai Napoli, AC Milan Tak Punya Waktu Leha-Leha, Juventus Sudah Menanti
Bahkan dalam salah satu skema, Youssouf Fofana, gelandang AC Milan hampir mencetak gol setelah 4 operan saja, membuatnya berhadapan satu lawan satu dengan kiper Napoli.
Sempat diragukan, dikritik, dicaci maki, Massimiliano Allegri menciptakan sistem teknis yang kuat, semangat juang yang tinggi, dan mentalitas pemenang yang hebat di tubuh AC Milan.
Tanpa pelanggaran penalti Pervis Estupinan, Napoli tidak bisa mencetak gol ke gawang AC Milan. (yuk/r6)
Editor : Prihadi Zoldic