LombokPost – Ketua DPW PKB NTB Lalu Hadrian Irfani meminta anggota DPRD fraksi PKB untuk lebih peduli terhadap guru honorer.
Baik anggota DPRD provinsi maupun kabupaten/kota.
"Saya himbau semua anggota fraksi untuk aktif dan peduli dengan guru honorer," kata Hadrian, Kamis (8/1).
Keberpihakan ini, jelas dia, sebagai langkah politik PKB menyikapi masih banyaknya guru honorer yang belum mendapatkan kepastian status.
Terutama mereka yang belum lolos seleksi PPPK paro waktu.
Oleh karena itu, ia meminta wakil rakyat dari PKB untuk menggunakan kewenangannya sebagai wakil rakyat di setiap tingkatan.
Misalnya dengan cara memfasilitasi pertemuan guru honorer dengan kepala daerah.
"Saya berharap kepala daerah mau menemui mereka. Karena mereka adalah masyarakat dari Bapak dan Ibu semua sebagai kepala daerah," tegas Hadrian.
Disampaikan, para guru honorer telah mengabdikan diri di dunia pendidikan dalam waktu yang lama. Mulai dari belasan hingga puluhan tahun.
Oleh karena itu pemda tidak boleh abai terhadap keberlangsungan pengabdian mereka.
"Negara harus hadir melalui pemerintah pusat dan daerah. Para guru honorer ini sudah mengabdi belasan bahkan puluhan tahun," imbuh Wakil Ketua Komisi X DPR RI itu.
Lalu Hadrian menjelaskan, sebagian guru honorer yang belum lolos PPPK sejatinya telah mendapatkan pengakuan dari pemerintah pusat.
Pengakuan tersebut terlihat dari berbagai kebijakan, seperti pemberian insentif honorer melalui APBN, kepemilikan sertifikasi pendidik, hingga keikutsertaan dalam program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
"Sebagian dari mereka menerima dana dari APBN melalui insentif honorer, melalui RPL, maupun sertifikasi. Artinya, pemerintah pusat sudah mengakui keberadaan dan pengabdian mereka," jelasnya.
Oleh sebab itu, ia meminta pemerintah daerah tidak lepas tangan.
Yaitu dengan memberikan kebijakan yang adil serta berpihak kepada para guru honorer yang selama ini menjadi ujung tombak pembangunan pendidikan di NTB.
"Saya juga minta agar pemerintah daerah di NTB bisa mengambil kebijakan yang baik atas persoalan ini," pungkas Miq Ari, sapaan karibnya.
Editor : Kimda Farida