Dikutip dari BBC Sport, duel ini bukan sekadar perebutan tiket, melainkan pembuktian siapa yang punya mental baja di panggung tertinggi Eropa.
Masih segar dalam ingatan bagaimana pemain PSG "kehilangan akal" saat dibungkam Chelsea musim panas lalu.
Penyerang The Blues, Joao Pedro, bahkan blak-blakan menyebut para pemain Paris emosional hingga memicu keributan di lapangan.
Meski bos PSG, Luis Enrique, mencoba mendinginkan suasana dengan menyebut "tidak ada misi balas dendam", namun tensi tinggi sulit disembunyikan.
Ujian Mental Skuad Muda
Pertemuan ini menjadi sangat menarik karena melibatkan dua tim dengan rata-rata usia pemain termuda di Liga Champions musim ini.
Chelsea memimpin dengan rata-rata 24 tahun 31 hari, disusul ketat oleh PSG di posisi kedua.
Namun, PSG datang dengan modal yang kurang meyakinkan. Kekalahan 1-3 dari Monaco Jumat lalu menjadi kekalahan ketujuh mereka musim ini.
Beruntung, otoritas Ligue 1 memberikan "karpet merah" berupa penundaan jadwal melawan Nantes agar Les Parisiens punya waktu istirahat ekstra, sebuah keputusan yang memicu protes keras dari tim-tim papan bawah Prancis.
Tembok Rusia Jadi Kunci
Satu sosok yang wajib diwaspadai Chelsea adalah kiper Matvei Safonov.
Pemain asal Rusia ini sedang dalam performa puncak setelah pulih dari cedera tangan.
Safonov dikenal sebagai "monster" penalti yang mampu membaca arah bola dengan sangat akurat, terbukti dengan torehan empat penyelamatan penalti saat melawan Flamengo di Intercontinental Cup.
Akankah keunggulan istirahat dan ketangguhan Safonov mampu meredam ambisi Chelsea, atau justru skuad asuhan Luis Enrique kembali "kehilangan kepala" seperti pertemuan sebelumnya? Menarik untuk dinantikan.
Editor : Marthadi