Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Didampingi Tanoto Foundation, KLU Bidik Penurunan Stunting Lebih Cepat

Habibul Adnan • Senin, 8 Desember 2025 | 22:10 WIB
KOLABORASI: Wakil Bupati KLU Kusmalahadi menyampaikan pemaparan pada acara lokakarya stunting
KOLABORASI: Wakil Bupati KLU Kusmalahadi menyampaikan pemaparan pada acara lokakarya stunting

LombokPost – Upaya penurunan stunting di Kabupaten Lombok Utara (KLU) terus menunjukkan perkembangan positif. Hanya saja prevalensinya masih berada pada level cukup tinggi di tingkat provinsi.

Dalam rangka memperkuat pelaksanaan aksi konvergensi sesuai Petunjuk Teknis (Juknis) 2024, Pemda KLU menggelar lokakarya penguatan kapasitas bagi Tim Percepatan, Pencegahan, dan Penurunan Stunting (TP3S), belum lama ini.

Acara ini kerjasama dengan Tanoto Foundation melalui Yayasan Cipta.

Wakil Bupati KLU Kusmalahadi Syamsuri memaparkan, bahwa tantangan penanganan stunting masih cukup kompleks.

Selain masih adanya beberapa kecamatan dengan angka stunting di atas rata-rata kabupaten, perbedaan data antara SSGI/SKI dan E-PPGBM juga menjadi persoalan teknis yang perlu dicermati.

“Sejak 2021 Pemda KLU mendapatkan pendampingan dari Tanoto Foundation dan Yayasan Cipta. Banyak capaian yang sudah diperoleh, seperti strategi komunikasi perubahan perilaku serta modul dan buku saku KPP untuk tokoh agama dan adat,” ujarnya.

Memasuki periode 2025–2028, Pemda KLU menerapkan strategi penanganan Stunting 2.0. Penanganan ini fokus intervensi di tiga desa prioritas.

Yaitu Desa Gumantar, Sambik Bangkol, dan Pemenang Timur.

Untuk itu, Kusmalahadi menekankan pentingnya pemahaman teknis seluruh OPD. Sehingga pelaksanaan Juknis 2024 berjalan optimal.

Dia berharap, ikhtiar yang terus dilakukan melalui kolaborasi memberikan dampak nyata dalam menekan stunting.

District Officer Yayasan Cipta Abdul Gafur menyatakan, lokakarya ini menjadi bentuk dukungan lembaganya dalam membantu KLU menyusun rencana aksi percepatan penurunan stunting.

Baca Juga: Kurma KLU Menuju Indikasi Geografis: Kemenkum NTB Dukung Penuh Inisiatif BRIDA

Ini adalah rencana aksi yang komprehensif dan berkelanjutan.

Menurutnya, tren penurunan angka stunting di KLU sejak 2021 hingga 2024 terus bergerak ke arah positif.

Penguatan sistem data juga menunjukkan progres, di antaranya pengisian Web Bangda yang telah mencapai 80 persen.

Gafur menambahkan, lokakarya ini juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas TP3S.

Terutama dalam menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang lebih terarah dalam menghadapi fase penanganan stunting berikutnya.

Editor : Marthadi
#stunting KLU #stunting Lombok Utara #Kusmalahadi Syamsuri #Pemda Lombok Utara #Pemda KLU