Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Wagub Umi Dinda Apresiasi Peran Pers sebagai Cermin Pemerintah, Jurnalis Tetap Pegang Teguh KEJ

Lombok Post Online • Sabtu, 20 Desember 2025 | 10:25 WIB

 

BERSINERGI: Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri bersama Ketua PWI Pusat Ahmad Munir dan pengurus PWI NTB 2025-2030 saat pelantikan di Hotel Lombok Raya, Kota Mataram.
BERSINERGI: Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri bersama Ketua PWI Pusat Ahmad Munir dan pengurus PWI NTB 2025-2030 saat pelantikan di Hotel Lombok Raya, Kota Mataram.
 

LombokPost - Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi para wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik mereka.

Ia menilai kontribusi media sangat krusial dalam menyampaikan informasi yang akurat sekaligus mengedukasi masyarakat luas.

Selain itu, ia juga menghargai setiap kritik dan masukan konstruktif dari pers sebagai bagian penting dalam mengawal kinerja pemerintah daerah.

“Kritik dan catatan dari wartawan adalah cermin bagi pemerintah agar terus bekerja lebih baik dan tidak terlena pujian,” kata Wagub Umi Dinda saat menghadiri pelantikan pengurus PWI NTB periode 2025–2030 di Hotel Lombok Raya, Kota Mataram, Jumat (19/12).

Pelantikan pengurus PWI NTB 2025-2030 dilakukan Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Daerah PWI NTB dengan mengusung tema Jurnalisme Berkualitas untuk NTB Makmur Mendunia.

“Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sebagai organisasi wartawan tertua di Indonesia yang memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah melalui pemberitaan yang obyektif dan berimbang,” katanya.

Wagub Umi Dinda menegaskan bahwa kemitraan antara pemerintah dan pers harus dibangun atas dasar saling menghormati.

Tanpa menghilangkan independensi jurnalistik.

"Kritikan wartawan adalah cermin bagi kami. Kami tidak ingin dinabobokan oleh pujian. Catatan dan masukan dari rekan-rekan PWI sangat penting agar kami bisa menuntaskan berbagai permasalahan di masyarakat," ujarnya.

KEJ Jadi Pembeda. Ketua Umum PWI Pusat Ahmad Munir menekankan pentingnya persatuan setelah PWI sempat mengalami dinamika internal. "Setelah dua tahun kita sempat mengalami dinamika, Kongres Persatuan pada Agustus 2025 telah menyatukan kita kembali. Sekarang saatnya bergerak maju menjaga jati diri pers nasional di tengah gempuran algoritma platform global," tegasnya.

Ahmad Munir juga mengingatkan para jurnalis di NTB untuk tetap setia pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ) sebagai pembeda utama antara produk pers dengan konten media sosial. "Media sosial bekerja tanpa kaidah, sementara kita memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan informasi yang akurat, mencerahkan, dan mendidik. Jaga integritas agar PWI tetap menjadi rumah besar wartawan yang bertanggung jawab," katanya.

Ketua PWI NTB Ahmad Ikliludin mengatakan, pengukuhan pengurus adalah awal untuk membangun pers di NTB yang lebih berkualitas. “Kami berkomitmen meningkatkan kompetensi wartawan dan bersinergi dengan pemerintah daereah, BUMD, serta sektor swasta dalam hubungan yang saling menguntungkan namun tetap menjunjung tinggi independensi," katanya. (lil/mar/r3)

Editor : Prihadi Zoldic
#PWI #pers #Wartawan #NTB #Media #kontribusi