Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pengunjung Mulai Padati Teras Udayana Mataram, Lokasi Kontes Bonsai Nasional "Road to The Max30 CM" 

Siti Aeny Maryam • Selasa, 19 Mei 2026 | 21:29 WIB
Presdir The Max I Made Suka, SH., dan Ketua The Max Mataram Ir. Rijaluddin Akbar.
Presdir The Max I Made Suka, SH., dan Ketua The Max Mataram Ir. Rijaluddin Akbar.
LombokPost - Teras Udayana Mataram Selasa (19/5/2026) malam dipadati para peserta dan pengunjung nasional "Road to The Max30 CM" yang digelar Komunitas The Max Mataram Nusa Tenggara Barat (NTB).

Event yang akan berlangsung mulai Senin 18 Mei hingga Sabtu 23 Mei 2026 ini diikuti ratusan peserta dan kolektor dari luar daerah, termasuk delegasi dari Jawa dan Bali serta seluruh kabupaten di Pulau Sumbawa.

Sejak Senin (18/5/2026) pagi, geliat ekonomi kreatif berbasis hobi bonsai pun mulai nampak. Dan memuncak Selasa (19/5/2026) dimana Teras Udayana Mataram tampat pelaksanaan event, menjadi magnet pengunjung, untuk melihat keindahan bonsai mini skaligus menyerbu berbagai kuliner yang ada disekeliling Teras Udayana.

Baca Juga: Pameran Bonsai di Alun-alun Kota Gerung, Hobi yang Menjadi Investasi Bernilai Puluhan Juta

Event ini juga diprediksi menjadi magnet baru bagi pariwisata Mataram, dimana lebih dari 300 bonsai kelas nasional hadir dengan berbagai penampilan yang mempesona.

I Made Suka, SH., Presiden Direktur (Presdir) The Max, menyampaikan apresiasi terhadap panitia The Max Mataram yang sukses mengelar event ini, dan berharap ke dapan akan lebih banyak digelar event serupa.

"Termasuk luar biasa, ini kan event perdana bagi The Max Mataram," puji I Made Suka, SH., Presdir The Max.

Baca Juga: Melihat Pameran Bonsai dari Desa Lendang Nangka Lombok Timur

Made Suka sangat yakin event ini akan bedampak pada pengemar bonsai di NTB, sekaligus UMKM yang terkena multiplier effect dari kegiatan yang berlangsung selama seminggu ini.

"Peserta dan tim saja jumlahnya ratusan, mereka stanbay selama seminggu di lokasi, ditambah banyaknya pengunjung sejak pagi hingga malam, saya yakin UMKM di sekitar lokasi acara akan ikut hidup," ucap Made Suka.

The Max hadir juga dengan misi mengenalkan bonsai kepada masyarakat sebagai tanaman alternatif terbaik di rumah-rumah masyarakat.

"Kami ingin menggugah masyarat menanam bonsai lebih efisien, lebih simple dan minim tempat. Jadi di pekarangan yang sempit bisa mengoleksi banyak pohon, terlebih lagi Lombok termasuk daerah yang  padat penduduk," nilai Presdir The Max. 

Nilai plus lainnya dari menanam bonsai adalah bisa sebagai sarana referesing atau hiburan, karena bisa menghilangkan kejenuhan dan stres.

Sementara itu, ir Rizaluddin Akbar, Ketua The Max Mataram, menegaskan bahwa ada tiga pilar utama yang dibawa dalam gelaran ini. Yakni edukasi ekonomi kreatif, akselerasi wisata daerah, dan etalase kualitas karya seniman NTB.

"Kami ingin menunjukkan bahwa karya dari NTB punya kelas nasional. Selain itu, ini adalah momentum bangkitnya ekonomi lokal melalui pariwisata berbasis hobi," jelas Rizaluddin.

Baca Juga: Melon Pepino, Tanaman Pendatang Baru di Sembalun, Dibudidayakan Empat Petani, Buahnya Sekilas Seperti Terong Ungu

Bagi masyarakat umum yang ingin melihat langsung proses kreatif mengubah tanaman menjadi karya seni bernilai tinggi, pameran ini terbuka untuk umum. 

Event ini juga diprediksi menjadi magnet baru bagi pariwisata Mataram, dimana lebih dari 300 bonsai kelas nasional hadir dengan berbagai penampilan yang mempesona.
Event ini juga diprediksi menjadi magnet baru bagi pariwisata Mataram, dimana lebih dari 300 bonsai kelas nasional hadir dengan berbagai penampilan yang mempesona.

Jangan lewatkan kesempatan melihat pohon-pohon kerdil bernilai fantastis di jantung Kota Mataram.


Agenda "Road to The Max30 CM" :

Senin-Selasa (18-19/5/2026): Penerimaan pohon peserta.

Rabu-Kamis (20-21/5/2026): Penilaian ketat oleh dewan juri (Sterilisasi lokasi).

Jumat (22/5/2026): Pembukaan meriah dengan atraksi budaya Gendang Beleq.

Sabtu (23/5/2026): Penutupan

Setiap Malam: Sajian hiburan musik, Podcast, lelang bonsai, dan beragam doorprize.

Editor : Siti Aeny Maryam
#UMKM #bonsai #Ekonomi #Mataram #teras