Peristiwa itu terjadi ketika sebagian besar guru dan siswa sedang melaksanakan salat Zuhur berjamaah di musala sekolah. Suara dentuman keras sempat membuat panik jamaah yang sedang salat.
Waka Humas SMAN 7 Mataram Muhalim mengatakan suara keras terdengar saat salat memasuki rakaat ketiga. “Kami kira suara itu berasal dari proyek bangunan di sebelah timur sekolah. Ternyata setelah dicek, atap ruang kelas ambruk,” ujarnya.
Baca Juga: Pemprov NTB Kebut Raperda Sumbangan Pendidikan, Dijamin Tak Bebani Orang Tua
Bangunan yang roboh diketahui merupakan ruang perpustakaan dan kelas yang berada dalam satu paket gedung lama. Kondisi bangunan disebut sudah tua dan mengalami banyak kerusakan.
Diduga, kayu penyangga atap telah lapuk karena usia bangunan hampir 20 tahun dan belum pernah direhabilitasi. Beban genteng beton yang cukup berat membuat struktur atap tidak lagi mampu menopang bangunan hingga akhirnya ambruk.
Akibat kejadian itu, empat siswa sempat terjebak reruntuhan. Salah satu korban mengalami luka cukup serius di bagian kepala dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Kota Mataram untuk mendapatkan penanganan medis.
Baca Juga: Siswa SMAN 9 Mataram Lolos Seleksi Paskibraka Tingkat Provinsi NTB 2026
Para korban diketahui masih berada di dalam ruangan saat jam istirahat berlangsung. Sebagian siswa lainnya telah menuju musala untuk melaksanakan salat zuhur berjamaah.
Pihak sekolah sebenarnya telah mengantisipasi risiko gedung tua itu. Bahkan satu ruangan di samping lokasi kejadian sudah lebih dulu dikosongkan selama satu semester karena plafonnya mulai turun dan rawan ambruk.
Namun, ruangan yang masih digunakan karena dianggap lebih aman justru mengalami insiden ambruk yang menyebabkan empat siswa terjebak reruntuhan.
Baca Juga: Unram Genjot Publikasi Scopus Q2, Mahasiswa Bisa Bebas UKT 2 Semester
Sekolah telah mengajukan renovasi bangunan kepada pihak terkait. Akan tetapi, proses revitalisasi terkendala administrasi karena proyek pembangunan lain di sisi timur sekolah belum rampung.
Pascakejadian itu, pihak sekolah berharap bantuan perbaikan dan renovasi gedung segera direalisasikan agar aktivitas belajar mengajar tetap aman dan nyaman bagi siswa.
Editor : Redaksi Lombok Post